Berbagai peristiwa telah mempengaruhi dinamika profesi akuntansi di dunia termasuk di Indonesia. Timbul dan berkembangnya profesi akuntan tidak lepas dari berbagai peristiwa, antara lain terungkapnya skandal akuntansi pada beberapa perusahaan besar di dunia (Worldcom, Xerox, Tyco dll), serta hancurnya kantor akuntan publik internasional Arthur Andersen yang memicu diundangkannya Sarbanes-Oxley Act of 2002 di Amerika Serikat. Di Indonesia, perkembangan profesi akuntan juga dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi pada tingkat internasional, sehingga mendorong penyiapan Rancangan Undang- Undang Akuntan Publik yang saat ini masih dalam proses penggodokan sangat serius.
Di sektor pemerintahan, reformasi manajemen publik telah menciptakan kebutuhan akan tenaga yang kompeten dalam bidang akuntansi serta mampu mengaplikasikan untuk berbagai kepentingan strategis pemerintahan. Realitas menunjukkan banyak organisasi pemerintah belum siap dengan pengelolaan manajemen (keuangan) public yang baru serta belum banyak aparatur pemerintah yang berlatar belakang pendidikan akuntansi.
Profesi akuntan di bidang akuntansi manajemen juga mengalami dinamika yang menarik, karena saat ini perusahaan tidak hanya memerlukan akuntan yang bisa menghasilkan informasi kuantitatif namun juga mampu menyajikan informasi tentang corporate social responsibility (CSR) suatu perusahaan. Kebutuhan perusahaan akan akuntan yang mempunyai kemampuan teknikal akuntansi yang didukung penguasaan teknologi informasi mendorong profesi akuntan untuk tidak “gagap teknologi”.
Pada kenyataannya dinamika profesi akuntan ini memang menarik untuk dikaji dan didiskusikan, namun juga harus disadari bahwa belum semua lapisan masyarakat mengenal profesi akuntan. Pandangan konvensional bahwa akuntan identik dengan pembukuan dan di belakang meja menjadi tantangan bagi institusi untuk mengenalkan profesi akuntan kepada masyarakat, termasuk kepada calon mahasiswa dari usia dini (TK, SD, SMP) sampai pada tingkat SMU. Bagaimanapun, mereka adalah calon mahasiswa yang perlu dibuka wawasannya bahwa profesi tidak hanya dokter, polisi, insinyur atau pun guru, namun ada satu profesi yang perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat yaitu profesi akuntan.
Sebagai institusi yang menghasilkan calon akuntan, maka prodi Akuntansi UKSW dengan koordinator CARD dan dengan Kelompok Studi Akuntansi (KSA) bermaksud menyelenggarakan beberapa kegiatan yang terangkum dalam “Accounting Fair 2008, dengan tujuan: