FOKUS UKSW
10 May 2010 16:20
Gebyar Budaya Indonesia UKSW

Gebyar Budaya Indonesia (GBI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 2010 dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Salatiga Diah Sunarsasi mewakili Walikota Salatiga, di depan Gedung Administrasi Pusat (GAP) pagi ini (10/5). Pemukulan gong oleh Wawali didampingi Pembantu Rektor III UKSW Yafet Y.W. Rissy, SH., M.Si., LLM, serta perwakilan dari sejumlah instansi menjadi tanda dibukanya acara tersebut. Acara dilanjutkan dengan arak-arakan etnis peserta GBI UKSW 2010 berkeliling kota Salatiga, setelah dilakukan pemotongan pita oleh Wawali.

Wawali dalam sambutannya mengungkapkan bahwa melalui GBI mengingatkan kita jika bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Wawali juga menambahkan bahwa kegiatan GBI ini sangatlah menarik.

“GBI UKSW mampu membawa inspirasi bagi masyarakat Salatiga untuk ikut berperan melestarikan kebudayaan Indonesia,” harap Wawali.

Sebelumnya, Yafet Y. W. Rissy dalam sambutannya mewakili Rektor UKSW mengungkapkan bahwa kelebihan budaya Indonesia adalah dapat memberikan pesan perdamaian kepada semua komponen bangsa Indonesia.

Penampilan dari Salatiga Carnival Centre (SCC) dengan balutan kostum yang menarik menjadi pertunjukan pembuka GBI. Setelah penampilan SCC, arak-arakan karnaval yang diikuti 14 etnis dari berbagai wilayah di Indonesia mulai bersiap untuk berkeliling kota Salatiga. Rute yang ditempuh dalam karnaval kali ini adalah Kampus UKSW – Jalan Diponegoro – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sukowati dan berakhir di Lapangan Pancasila.

Arak-arakan diawali dengan barisan Kelompok Bakat Minat (KBM) Capoeira. Selama karnaval, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok capoeira tersebut menampilkan kebolehan mereka melakukan sejumlah atraksi menarik. Disusul kemudian sejumlah mahasiswa UKSW dalam balutan pakaian adat berbagai daerah seperti Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Karo, Lampung, Palembang, Kalimantan, Jawa dan Poso.

Sejumlah mahasiswa asal Toraja nampak menandu rumah adat daerah Toraja yang dilanjutkan dengan barisan mahasiswa asal Sumba, Halmahera, Sanger dan Papua dengan pakaian adatnya masing-masing. Ditengah-tengah karnaval, beberapa etnis juga menampilkan tarian adatnya seperti mahasiswa dari Kalimantan dan Papua.

Adapun barisan penutup terakhir arak-arakan adalah Ogoh-ogoh Buta Kala  yang dibuat mahasiswa asal Bali. Ogoh-ogoh berukuran tinggi kurang lebih 2,5 meter tersebut ditandu tak kurang dari 20 mahasiswa Bali. Ogoh-ogoh tersebut biasa dibuat untuk menyambut Nyepi yang menjadi simbol kejahatan. Lebih dari 250 mahasiswa UKSW dari berbagai etnis mengikuti karnaval hari ini.

Pentas Wayang

Acara GBI hari pertama masih akan dilanjutkan petang nanti. Penampilan dua Dalang cilik dari Wacana Budaya akan memeriahkan rangkaian GBI hari ini. Pementasan wayang akan digelar di Balairung mulai pukul 18.30.

Hari kedua

Selasa (11/5) GBI memasuki hari kedua. Seminar Budaya Penyimpangan Moralitas (Freesex, Aborsi dan Narkoba) di Balairung UKSW yang dimulai pukul 09.00 akan mengisi GBI dipagi hari. Akan hadir sebagai pembicara dalam seminar ini dr. Lucky Handaryati, SpKK; Febryanti Putri Katulistiwa dan Dr. Pamerdi Giri Wiloso, M.Si salah seorang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) UKSW.

Siang harinya mulai pukul 14.00 hingga 16.30 akan digelar sajian kuliner dari 17 etnis di Balairung. Civitas akademika dan masyarakat umum diundang untuk menikmati suguhan kuliner dari 17 etnis tersebut tanpa dipungut biaya. Acara akan dilanjutkan dengan penampilan tarian kolaborasi antar etnis yang dimulai pukul 19.00. Berita terkait dapat dibaca di Harian Suara Merdeka dan Kompas Image.  (upk_bphl/ft:upk)