
Language Training Center (LTC) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar acara Siang Budaya Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) ke 60, Kamis siang (26/1) di kampus UKSW.
Dalam acara ini, peserta PIBBI menampilkan hasil belajar mereka dikelas budaya yang terdiri dari kelas menari, kelas memasak dan kelas pencak silat. Penampilan kelas budaya ini disaksikan para pengajar PIBBI, orangtua homestay serta sejumlah undangan.
Penampilan Kelas Budaya
Acara Siang Budaya dibuka dengan penampilan kelas Pencaksilat. Tiga peserta PIBBI menunjukkan kebolehannya dikelas ini dengan memperagakan 3 jurus.
Dikelas memasak, peserta yang terbagi menjadi dua kelompok memperagakan kebolehannya dalam memarut kelapa, menghaluskan bumbu masak menggunakan cobek (mengulek) dan memotong-motong sayuran.
Lindsay Alan Bond salah seorang peserta kelas memasak mengungkapkan bahwa selama mengikuti PIBBI dirinya mulai menyukai masakan Indonesia. “Saya paling suka Rendang,” katanya.
Penampilan kelas budaya ditutup dengan pertunjukan Tari Perang oleh 4 peserta PIBBI dan 2 mahasiswa LTC Friends. “Agak gugup tapi menyenangkan bisa menari di depan banyak orang,” kata Angela seusai menari.
Dalam kesempatan tersebut, staff LTC dan LTC Friends juga berkesempatan memainkan Angklung dalam 2 lagu, Apuse dan Suwe Ora Jamu diselingi dengan penyerahan kenang-kenangan untuk peserta PIBBI.
PIBBI ke-60
PIBBI yang merupakan kegiatan rutin LTC diikuti 17 peserta kali ini. Sebanyak 13 peserta adalah mahasiswa Australian National University, seorang adalah mahasiswa University of Western Australia dan 3 peserta lainnya adalah dari kalangan umum dari Australia.
PIBBI ke-60 dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor I UKSW Prof. Ir. Danny Manongga, M.Sc., Ph.D awal Januari. Program ini akan berlangsung hingga 17 Februari 2012 mendatang. Dalam program ini, para peserta mempelajari bahasa dan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan pembelajaran di kelas, seminar, kunjungan dan belajar di kelas budaya. (upk_bphl/foto:upk).