Beranda»Konferensi Internasional Fbs Kupas Teknologi Bagi Pendidikan
FOKUS UKSW
14 September 2015 17:25
Konferensi Internasional FBS Kupas Teknologi Bagi Pendidikan

Konferensi Internasional FBS Kupas Teknologi Bagi Pendidikan

Guna menambah wawasan tenaga serta praktisi dibidang pendidikan mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-9 dengan tema “Capacity Building for English Education in a Digital Age”. Konferensi yang berlangsung selama dua hari,  Jumat-Sabtu (11-12/9) ini dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW, Prof. Dr. (HC) Pdt. John A. Titaley, Ph. D di Hotel Grand Wahid Salatiga.
 
Empat pembicara hadir mengisi plenary session yaitu Dr. Andrew Lian selaku President of AsiaCALL, A. Gumawang Jati (Institut Teknologi Bandung), Made Hery Santosa (Universitas Pendidikan Ganesha, Bali), Claire Bradin Siskin (Member of the Board of Directors of TESOL). Sementara itu dua pembicara lainnya Michael Pace-Sigge (University of Eastern Finland) danFrançoise Blin (President of EUROCALL) menyampaikan materinya melalui virtual presentation.
 
Salah seorang narasumber, A. Gumawang Jati mengupas mengenai pemanfaatan kebiasaan siswa menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mengangkat judul “Perspectives on ICT in Learning and Teaching English in the 21”, Gumawang menerangkan bahwa siswa akan lebih bebas berpikir, kreatif, dan inovatif, apabila pendidik memberinya ruang untuk memanfaatkan hal-hal yang mereka sukai.
 
“Siapa sih anak yang tidak suka diberi kesempatan mengeksplore sebuah materi dengan dengan hal-hal yang mereka sukai. Teknologi informasi adalah salah satu hal yang lekat dengan kehidupan sehari-hari siswa jaman sekarang,” ujar Gumawang Jati.
 
Akademisi asal Bandung ini menambahkan dengan membebaskan siswa melahirkan ide-ide baru dan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang maka tidak menutup kemungkinan akan lebih memudahkan siswa menyerap materi pembelajaran yang diberikan. “Kita harus mampu menjadi pendidik yang dapat membawa siswa menjadi generasi yang kreatif dan inovatif memanfaatkan media, tidak hanya sebatas bermain di media sosial saja” tegasnya.
 
Pendidik Kreatif
 
Ditemui terpisah, Dian Toar Y.G. Sumakul, M.A. selaku koordinator acara menyebut konferensi internasional merupakan agenda tahunan FBS UKSW. Tahun ini secara khusus diangkat mengenai penggunaan teknologi dalam dunia pembelajaran. “Perkembangan teknologi digital yang telah merata di berbagai lini kehidupan, menuntut seluruh komponen terus update dengan perubahan yang ada. Hal ini semata-mata agar pembelajaran menjadi lebih menarik serta memudahkan anak mencerna materi pembelajaran yang diberikan,” terang Toar.
 
Pihaknya menambahkan bahwa teknologi saat ini sangat membantu siswa dalam bergaul, sehingga pembelajaran diharapkan juga mengikuti karakteristik serta tren yang ada dan disukai siswa. “Kegiatan ini diharapkan dapat merefresh pengetahuan pendidik untuk meningkatkan professional development, sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif” tuturnya.
 
Lebih lanjut Toar menyebut bahwa dalam kegiatan ini juga digelar Busines Meeting for IndoCALL (Indonesia Computer Assisted Language Learning). Dikatakannya bahwa selama ini di Indonesia belum ada organisasi khusus yang mewadahi pengguna teknologi di dalam pembelajaran bahasa. “Di luar sudah banyak asosiasi semacam ini, kami hadirkan pakar untuk membantu perancangan asosiasi ini bersama dengan seluruh peserta yang hadir,” imbuhnya.
 
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan call for paper ini, sedikitnya 120 orang menjadi peserta. Peserta terdiri dari dosen-dosen dan tenaga pendidik seperti dari Unnes, Unika Soegijapranata, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Kalimantan, Institut Teknologi DEL Sumatera Utara, UKDW, UDINUS, Gakushuin University Jepang, staf pengajar dari SMA di Salatiga serta mahasiswa. (chis/upk_bphl/foto:chis).