Beranda»Fpb Uksw Panen Gandum Di Timboa
FOKUS UKSW
06 October 2017 16:50
FPB UKSW Panen Gandum di Timboa

FPB UKSW Panen Gandum di Timboa

Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar panen gandum varietas Dewata dilahan seluas 1500 meter persegi, belum lama ini. Panen gandum kali ini diadakan di dataran tinggi Timboa, tepatnya di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Panen ini dilakukan langsung oleh petani yang dibina oleh beberapa dosen FPB UKSW dengan menggunakan sabit dan juga pedal tresser. Salah satu petani, Bapak Yoso Musmin mengungkapkan dirinya puas dengan hasil tanam gandum kali ini.

“Menyenangkan menanam gandum karena tidak repot merawatnya. Saya tidak kapok nanam gandum lagi. Beberapa warga juga bilang ingin ikut menanam juga,” katanya.

Lahan didataran tinggi Timboa yang terletak Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali akhirnya dipilih sebagai tempat introduksi budidaya gandum yang ditumpangsarikan dengan tembakau. Wilayah Timboa yang terletak di Dusun Margomulyo dengan ketinggian ± 1.200 mdpl di lereng Gunung Merbabu bagian timur–selatan memiliki topografinya berbukit, panorama alam yang indah,  serta potensi lahan yang luas untuk pengembangan bidang pertanian.

Pengabdian masyarakat

Penanaman gandum di Timboa merupakan salah satu program pengabdian masyarakat FPB UKSW yang didukung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 dengan skema pendanaan Ipteks bagi Masyarakat (IbM). Kegiatan ini dimulai pada awal bulan Juni 2017 yang lalu, dimotori oleh Dr. Maria Marina Herawati dan didukung beberapa dosen FPB lainnya yaitu Ir. Djoko Murdono, MS, Yoga Aji Handoko, M.Si, Theresa. Dwi Kurnia, S.P.,M.P, Tinjung Mary Prihtanti, SP.,MP dan Hendrik J. Nadapdap, SP.

Dr. Maria Marina menuturkan, hasil panen kali ini nantinya akan dijadikan benih untuk penanaman gandum selanjutnya. “Gandum yang ditanam disini termasuk bagus kualitasnya, ada delapan sampai sembilan malai gandum disetiap tangkainya. Selain itu juga akan diolah dijadikan bahan makanan juga,” imbuhnya.

Turut hadir dalam panen gandum kali ini adalah Bapak Yusuf Sutanto, seorang pemerhati gandum yang juga mengikuti perjalanan pengembangan gandum yang dilakukan FPB UKSW. Apresiasi diberikan Yusuf Sutanto karena kegiatan ini juga mendidik masyarakat untuk mengembangkan pangan lokal. Menurutnya, riset gandum yang dilakukan FPB UKSW merupakan riset yang berkelanjutan, bukan riset musiman.

Dr. Bistok Hasiholan selaku Dekan FPB UKSW menyatakan, usaha budidaya gandum ini juga menjadi awal yang baik dalam diversifikasi tanaman pangan bagi masyarakat Timboa. Dengan berhasilnya budidaya ini, nantinya masyarakat Timboa tidak saja menggantungkan hidupnya melalui budidaya tembakau saja, akan tetapi dapat juga berbudidaya tanaman gandum sebagai usaha tani.

Selain di dataran tinggi Timboa, FPB UKSW juga melakukan penanaman gandum di beberapa daerah lain, yaitu dataran tinggi Salaran Kopeng, dataran rendah Demak dan Klaten dan dataran menengah di Blotongan. Sejak tahun 2000 FPB UKSW dengan konsisten menanam gandum bekerjasama dengan PT Bogasari. Berita kegiatan ini juga dapat dilihat di radarsemarang.com.(upk_bphl/foto:upk).