Beranda»Pendidikan Karakter Dan Literasi Jadi Pr Bersama
FOKUS UKSW
10 November 2017 17:58
Pendidikan Karakter dan Literasi Jadi PR Bersama

Pendidikan Karakter dan Literasi Jadi PR Bersama

Belum lama ini pemerintah melalui Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan tiga langkah strategis. Dua diantaranya yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Literasi Sekolah. Namun hingga saat ini, implementasi kedua hal tersebut dianggap masih belum maksimal.

Hal ini melatarbelakangi Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Jawa Tengah bekerjasama dengan Program Studi Bimbingan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Seminar Nasional dan Lokakarya bertema “Peran Bimbingan Konseling pada Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi di Sekolah”, Rabu dan Kamis (8-9/11) di Balairung UKSW.

Tiga narasumber hadir dalam seminar yang dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW, Prof. Dr (HC) Pdt. John A. Titaley, Th.D, kemarin. Ketiganya adalah Perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah, Drs. Abadi, M.Pd., Dosen BK FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Drs. R. Budi Sarwono, M.A., serta Perwakilan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling Naharus Surur.

Melalui paparannya, Abadi menyebutkan dalam modul implementasi layanan Bimbingan Konseling (BK) Kurikulum 2013 khususnya SMA penekananya lebih kepada layanan peminatan. Hal ini menyebabkan belum jelasnya layanan BK dalam memasukkan Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi dalam perangkatnya. Sehingga, menurut Abadi perlu dipikirkan penginfusian perangkat layanan BK searah perubahan K13 yang menekankan Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi bagi siswa.

Senada, Naharus Surur menjelaskan mengenai penguatan pendidikan karakter yang dapat dilakukan oleh guru BK atau konselor dengan mengintegrasikan nilai utama karakter dalam proses pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan. Pengintegrasian nilai utama karakter dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menguatkan pengetahuan, menanamkan kesadaran dan mempraktikkan nilai-nilai utama karakter.

Sasaran utama

“Peserta didik sebagai sasaran utama penguatan pendidikan karakter dan literasi sekolah perlu intervensi secara sistemik, masif dan berkelanjutan untuk menumbuhkan nilai tersebut. Perlu dukungan dan sinergi dari segenap pihak yaitu sekolah, guru mata pelajaran, guru BK, serta dinas pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu Budi Sarwono berpendapat bahwa sejarah budaya literasi manusia dimulai dari budaya literasi kelisanan, kemudian budaya literasi keaksaraan dan saat ini telah memasuki budaya literasi digital. Peradaban saat ini dikatakan Budi Sarwono tengah bergerak dari budaya cetak kearah budaya digital.

“Pendidik yang gamang akan melakukan upaya pengereman luar biasa terhadap laju teknologi, padahal teknologi tidak pernah bisa ditolak maupun dihindari. Oleh sebab itu tidak ada yang lebih baik daripada pendidik harus mampu masuk, melebur dan menyatu dengan peradaban digital saat ini,” tegasnya.

Budi Sarwono menyebut bahwa memisahkan anak dari teknologi bukanlah pilihan yang tepat. Pendidik justru dituntut untuk mampu mendorong anak didik menggunakan teknologi guna kepentingan literasi dengan tepat seperti mencari jurnal, e-book¸dan lainnya.

Koordinator kegiatan Kusnarto Kurniawan, S.Pd.,M.Pd, Kons., dari Universitas Negeri Semarang menyebut kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari guru, dosen, mahasiswa, widya iswara, pengawas, serta pemerhati bimbingan konseling ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, nilai dan sikap tentang pendidikan karakter dan literasi serta implementasi penginfusian layanan pendidikan karakter serta literasi di sekolah melalaui layanan bimbingan konseling.

Disebutkan Kusnarto dalam kesempatan yang sama juga diselenggarakan pelantikan pengurus cabang ABKIN untuk sebelas kabupaten dan kota di Jawa Tengah oleh Ketua PD ABKIN Jawa Tengah D.Y.P. Sugiharto M.Pd., Kons, konferensi daerah ABKIN Jateng, serta sesi call for paper. (yos/chis_bpha/foto:chis).