Beranda»Tertarik Toleransi Pluralisme Peneliti Arizona State University Ke Uksw
FOKUS UKSW
06 February 2018 18:01
Tertarik Toleransi & Pluralisme, Peneliti Arizona State University ke UKSW

Tertarik Toleransi & Pluralisme, Peneliti Arizona State University ke UKSW

Tim Peneliti Center for Religion and Conflict, Arizona State University, Amerika Serikat mengunjungi Pusat Studi Agama, Pluralisme, dan Demokrasi (Pusapdem) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), belum lama ini. Rombongan yang beranggotakan Prof. Mark Woodward, Prof. Carolyn Forbes, Prof. Anne Simmons-Benton, dan Haley Taubor, MA, ini diterima langsung oleh Ketua Pusapdem UKSW, Izak Y. M. Lattu, Ph.D.

Kunjungan yang dilakukan dalam rangka membicarakan kerjasama penelitian terkait toleransi dan pluralisme di Indonesia ini turut dihadiri dosen dan peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang serta IAIN Salatiga di ruang G 413.

Selain berdiskusi dengan anggota Pusapdem, rombongan juga berkesempatan untuk bertemu dengan Rektor dan Pimpinan UKSW di Ruang Bina Karya. Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D menyambut positif kunjungan tim peneliti dari Arizona State University. Rektor memberikan dukungan sekaligus menyampaikan harapannya agar kedepan dapat terjalin kerjasama antara kedua belah pihak.

Ditemui terpisah, Izak Lattu menyampaikan hasil sementara dari diskusi terbatas tersebut, saat ini tengah dilakukan penyusunan proposal penelitian bersama dengan topik utama mengenai inisiatif masyarakat dalam menggunakan kearifan lokal  untuk membangun relasi yang baik dalam kehidupan lintas agama.

“Selain UKSW mereka juga berkunjung ke UGM sebagai wakil lembaga pendidikan, beberapa lokasi juga dikunjungi untuk pencarian data seperti keluarga, sekolah serta masyarakat sipil,” terang Izak.

Terus lakukan penelitian

Dari kunjungan ini, Izak berharap akan muncul kerjasama yang terdokumentasi dengan UKSW serta munculnya penelitian baru dari para peneliti Pusapdem. Izak menuturkan saat ini Pusapdem UKSW sendiri masih terus aktif melakukan penelitian dan menggelar diskusi-diskusi ilmiah secara rutin baik dalam bahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris.

“Meskipun pusat studi ini tergolong masih muda karena baru dua tahun berdiri namun saya berharap dapat banyak menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kehidupan berdemokrasi, plural dan toleran di Indonesia. Dengan anggota yang berjumlah sedikitnya sepuluh orang ini kami telah banyak lakukan penelitian di Kalimantan, Timor Leste dan Kupang. Kami masih terbuka bagi civitas aakademika yang tertarik untuk bergabung dengan pusat studi ini,” terang Izak. (chis/upk_bpha/foto:upk).