Beranda»Akreditasi A Uksw Terapkan Konsep Berpikir Kritis
FOKUS UKSW
26 April 2018 18:17
Akreditasi A, UKSW Terapkan Konsep Berpikir Kritis

Akreditasi A, UKSW Terapkan Konsep Berpikir Kritis

Rabu (25/4), pimpinan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar acara konferensi pers  atas raihan akreditasi A UKSW bertempat di Rumah Noto. Dalam acara yang dihadiri oleh rekan-rekan dari media cetak dan elektronik ini, hadir jajaran Pimpinan UKSW dan juga tim Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis atau Center for Critical Thinking.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa akreditasi A yang diperoleh UKSW dari Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan pengakuan formal dari BAN PT sebagai otoritas penjaminan mutu penyelenggaraan lembaga pendidikan tinggi khususnya dalam hal akreditasi institusi perguruan tinggi.

“UKSW diakui sebagai penyelenggara pendidikan yang bermutu baik atau A. Bagi kami, ini merupakan sebuah pengakuan yang membuat kami bersyukur tapi juga harus bersikap mawas diri menyambut hasil yang baik ini. Hasil AIPT semoga menjadi manifestasi dari kesungguhan UKSW yang telah berusia 61 tahun lebih dalam menyelenggarakan layanan pendidikan tinggi,” kata Rektor UKSW.

Neil Semuel Rupidara menambahkan, sekalipun sudah terakreditasi A masih banyak yang harus diperbaiki serta tidak boleh merasa berpuas diri.

“Hasil ini harus melecut semangat kami untuk melakukan yang lebih baik. Bagi UKSW hasil ini justru harus menggugah warga kampusuntuk melakukan perubahan yang lebih baik. Serta memberikan pelayanan pendidikan tinggi yang lebih baik tidak hanya bagi mahasiswa tapi juga masyarakat, pemerintahan, dan lainnya. Oleh sebab itu sebagai salah satu bentuk pelayanan yang akan kami berikan yaitu melalui konsep critical thinking,” paparnya.

Inspirasi

Menyinggung keberadaan Kartini sebagai salah satu pejuang wanita, Neil Semuel mengungkapkan bahwa semangat dan pengharapan yang dimiliki Kartini dan semua pejuang serupa dia menginpirasi UKSW.

“UKSW mengambil spirit itu dan mengalihkontekskan itu ke dalam proses pencerahan budi pekerti masyarakat Indonesia, melalui diperkenalkannya tradisi berpikir kritis atau critical thinking kedalam dunia pendidikan Indonesia, terutama pendidikan tinggi,” imbuh Neil Semuel Rupidara.

Saat ini UKSW membentuk Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis atau Center for Critical Thinking. Melalui pusat pengembangan ini, para dosen akan dilatih memanfaatkan kerangka berpikir kristis dalam setiap interaksi ilmiahnya dengan para mahasiswa dan juga peneliti.

Dalam pertemuan hari ini, Rektor UKSW didampingi Pembantu Rektor I UKSW Dr. Iwan Setyawan, Pembantu Rektor II Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E., Pembantu Rektor III Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs, Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. dan ketua Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis Danny Zacharias, S.H.,MA. (upk/chis_bpha/foto:aw)