Beranda»Pernyataan Uksw Berkaitan Dengan Peristiwa Peledakan Bom Di Surabaya
FOKUS UKSW
14 May 2018 17:01
Pernyataan UKSW Berkaitan dengan Peristiwa Peledakan Bom di Surabaya

Pernyataan UKSW Berkaitan dengan Peristiwa Peledakan Bom di Surabaya

Berkaitan dengan kejadian-kejadian ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) serta di Polrestabes Surabaya pagi ini, Senin (14/5), segenap pimpinan dan sivitas akademika UKSW menyampaikan ikut berdukacita yang mendalam dan prihatin atas kejadian yang memakan korban jiwa. Hal ini disampaikan Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., sesaat sebelum dimulainya Ibadah Senin di Balairung UKSW, Senin (14/5) pagi tadi.

Terhadap situasi ini, Rektor mewakili UKSW menyatakan Pernyataan Sikap UKSW Berkaitan Peristiwa tersebut diatas.

 Pernyataan UKSW Berkaitan dengan Peristiwa Peledakan Bom di Surabaya

pada tanggal  13 dan 14 Mei 2018

 

Berkaitan dengan kejadian-kejadian ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI Wonokromo di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna serta di Polrestabes Surabaya yang mengakibatkan kematian maupun luka-luka, sebagai bagian integral dari bangsa ini, kami warga UKSW menyampaikan ikut berdukacita yang mendalam dan prihatin atas kejadian yang memakan korban jiwa itu.

Atas keterlibatan ibu dan anak-anaknya, termasuk anak-anak perempuan, kami memandang peristiwa ini sangat menyedihkan kita semua. Pihak-pihak yang lazimnya rentan menjadi korban tindak kekerasan atas dirinya kini bahkan terlibat melakukan kekerasan dan teror. Keluarga sebagai tempat pendidikan nilai-nilai luhur justru menjadi tempat berkembangnya cara berpikir yang mengandung kebencian. Sampai sedemikian jauh tindakan penyesatan cara berpikir telah merasuk dan menggerakkan anak-anak bangsa melakukan hal-hal yang salah.

Bahwa tindakan pengeboman yang tampak dilakukan dengan mengatasnamakan pandangan keagamaan tertentu, kami meyakini itu adalah pandangan agama yang sempit dan cenderung menyesatkan para pelaku.  Atas hal ini, dengan tegas kami menolak segala bentuk manipulasi kebenaran termasuk atas nama agama yang menggiring sejumlah anak manusia, apalagi anak-anak, yang adalah makhluk ciptaan Tuhan, untuk bertindak mengakibatkan kematian atau kecelakaan bagi anak manusia yang lain yang sama kemuliaannya di hadapan Tuhan dan setara dengan dirinya yang melakukan tindakan itu. Kami memandang, manusia dalam gambaran kesesatan seperti itu tampak kehilangan wajah keilahiannya. Ia bukan manusia sebagaimana yang dimaksudkan dalam Kejadian 1: 27, “… Allah menciptakan manusia menurut gambarNya…”

Namun, daripada mengutuk sesama manusia yang sama seperti kita karena mereka melakukan tindakan tidak manusiawi, anti-kasih, bahkan melawan mandat ilahi bagi umat manusia untuk membentuk dan menjaga kehidupan bersama yang penuh damai dan kasih dengan sesamanya, bukan justru meniadakannya, untuk alasan apapun, kami bersikap mau mendoakan mereka, termasuk mereka yang masih terjebak kesesatan baik dalam kesadaran, pemikiran, dan tindakan mereka itu. Semoga mereka mundur dari semua rancangan sesat dalam hati dan pikiran mereka. Pada saat yang sama, mari kita memohon agar Tuhan yang maha kuasa dan sumber segala kehidupan menjagai kehidupan bangsa ini dan seluruh warganya, termasuk kaum Kristiani yang menjadi salah satu target tindakan teror, agar kejadian seperti yang terjadi di Surabaya itu tidak terjadi lagi di depan mata kita semua.

Untuk menghalau segala bentuk gangguan keamanan di lingkungan masing-masing, kami mengimbau agar kita semua menaikkan level kewaspadaan kita. Diperlukan sikap cepat tanggap untuk melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak-pihak yang berwenang.

Kami juga mendorong agar berbagai elemen masyarakat bersama-sama dengan aparat negara di kota Salatiga maupun juga secara nasional dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjadikan kota Salatiga dan Indonesia tetap aman dan sejuk.

Kami meminta agar Pemerintah RI terutama melalui Polri dan TNI untuk mengusut tuntas seluruh mata rantai penjelasan yang berkaitan dengan baik peristiwa di Surabaya maupun di sebelumnya di Mako Brimob dan lokasi-lokasi lainnya agar darinya dapat diperoleh masukan-masukan yang tepat dalam upaya mencegah dan menindak pelaku-pelaku gangguan-gangguan keamanan, apalagi dalam wujud terorisme, yang membahayakan kehidupan bersama di bangsa ini. Warga UKSW mendukung semua upaya Pemerintah RI dalam mengambil langkah-langkah tepat dan cepat yang diperlukan untuk mengembalikan keadaan aktual maupun psikologi ketenangan di tengah bangsa ini, juga kepercayaan publik internasional terhadap keadaan bangsa ini, dalam melawan secara sistematis setiap bentuk ideologi terorisme dan radikalisme yang berkembang dan dikembangkan di negeri ini.

Kami juga mendorong pimpinan-pimpinan umat beragama manapun agar menjauhkan bentuk-bentuk pengajaran agama yang dapat mendorong radikalisasi umat yang berujung pada tindakan-tindakan intoleran dan apalagi hingga berkembang menjadi teror. Kemajuan bahkan eksistensi bangsa Indonesia sangat tergantung pada kondisi damai sejahtera dalam kehidupan bersamanya sebagai satu bangsa. Segala benih perpecahan bangsa harus karenanya diatasi sedini mungkin.

Terakhir, sikap di atas duduk di atas pemahaman bahwa di UKSW ini kami memahami bahwa Indonesia ada karena semua elemen kebangsaan Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan berkomitmen membangunnya menjadi Indonesia yang satu untuk semua dan karena itu pemerintah negara Republik Indonesia yang sudah ada ini harus dapat memberikan jaminan kehidupan bagi semua anak bangsa tanpa kecuali, guna mendapatkan ruang hidup yang sama, setara, jauh dari gangguan-gangguan keamanan, apalagi bila itu diakibatkan oleh rasa kebencian yang sesat yang dikembangkan oleh mereka yang merasa bahwa seolah Indonesia hanya ada untuk satu atau segelintir golongan. Upaya-upaya siapapun yang menyesatkan kalangan manapun untuk menegasi Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan sejak proklamasi kemerdekaannya kami minta untuk ditangani secara sistematis dan holistik.

Kiranya Tuhan yang mahakuasa dan yang telah mengaruniakan Indonesia yang bhinneka tunggal ika bagi kita berkenan menjagainya seperti Ia menjaga biji mataNya (Ulangan 32: 10).

 (Rektorat/upk_bpha/foto:upk).