Beranda»Pemimpin Berintegritas Melayani Dengan Hati
FOKUS UKSW
16 July 2018 15:22
Pemimpin Berintegritas Melayani dengan Hati

Pemimpin Berintegritas Melayani dengan Hati

Sabtu, (7/7) telah diselenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Pemimpin yang Berintegritas”, di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Kegiatan yang merupakan salah satu bagian dari Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Agama Kristen (PAK) ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa yang mengambil matakuliah tersebut, tetapi juga dibuka untuk umum.

Koordinator pengampu MKU PAK, Pdt. Cindy Quartyamina Koan, M.A menuturkan bahwa kuliah umum yang menghadirkan empat narasumber tersebut sengaja dibuka untuk umum sebagai wujud publikasi tentang pemahaman keagamaan UKSW kepada masyarakat.

“Kami mencoba menunjukkan bahwa UKSW menerima pluralitas, mengakui pluralitas sebagai bagian anugerah Tuhan bagi kehidupan Indonesia dan berkomitmen mengelola, memberdayakan realita pluralitas tersebut menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan bangsa,” tegas Pdt. Cindy.

Dijelaskannya, MKU PAK merupakan bagian integral dari perkuliahan yang diselenggarakan di tiap trimester. Tahun akademik 2017-2018 mengangkat tema besar Pemimpin dan Kepemimpinan yang Menjawab Kebutuhan Indonesia. Tema tersebut diterjemahkan dalam tiga sub tema yaitu Kepemimpinan yang Humanis, Kepemimpinan yang Memberdayakan Sesama serta Pemimpin yang Berintegritas.

Dalam kuliah umum yang dibuka oleh Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. kemarin, hadir Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE; Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP Dr. Ari Pradhanawati, MS; Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta Dr. Augustinus Setyo Wibowo; serta Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Drs. Uung Sendana L. Linggaraja, S.H., M.Ag; sebagai narasumber.

Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam paparannya menyampaikan, integritas adalah keutuhan karakter diri. Diluar sana, banyak pemimpin mengatakan sesuatu yang justru tidak Ia lakukan. Hal ini tidak cocok dengan ajaran agama manapun sebab agama mengajarkan bahwa semestinya kita melaksanakan apa yang kita katakan.

“Integritas tidak hanya relevan bagi semua pemimpin tetapi juga bagi kita orang awam.  Kita harus mulai membangun integritas dari diri sendiri, jangan tunggu orang lain. Mulailah bangun integritas sejak sekarang dan harus konsisten, ketika suatu saat kita menjadi pemimpin maka integritas yang baik bisa kita rasakan dalam kehidupan kita,” tegas cendekiawan muslim yang meraih titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris ini.

Wujudkan Janji

Dr. Ari Pradhanawati dengan tegas menyebut, integritas mampu menjauhkan pemimpin dari praktik KKN dan memberikan jaminan perwujudan janji menjadi bukti. Pemimpin yang berintegritas bisa dibangun sejak kecil. Pemimpin berintegritas adalah pemimpin yang mampu memimpin rakyatnya dengan baik.

Senada, Dr. Augustinus Setyo Wibowo yang menyelesaikan studi S3nya di Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Prancis menyebut orang yang berintegritas memberikan diri demi kepentingan orang lain, bukan diri sendiri. Kita harus membentuk diri kita dan mampu menguasaidiri kita sendiri, harus memiliki self-control. Jangan seperti kaum sofis yang hanya pintar berbicara tetapi sedikit bertindak.

Sementara itu Drs. Uung Sendana yang melihat makna pemimpin berintegritas dalam perspektif agama Konghucu menyebut orang yang berintegritas adalah kedalam bertindak sebagai nabi dan keluar sebagai raja, mereka memimpin di dalam jalan yang suci.

“Pemimpin yang berintegritas memimpin dengan bijaksana, cinta, dan berani. Pemimpin yang selalu disinari oleh kebajikan Tuhan. Pemimpin yang tidak pernah merasakan takut karena dia tau bahwa dirinya tidak salah, penuh kebijaksanaan dan cinta kasih,” tegas dosen Universitas Tarumanegara ini. (chis/upk_bpha/foto: dok. panitia).