Beranda»Tiga Dosen Uksw Soroti Masalah Kesehatan Warga Dusun Cetho
FOKUS UKSW
11 October 2018 17:10
Tiga Dosen UKSW Soroti Masalah Kesehatan Warga Dusun Cetho

Tiga Dosen UKSW Soroti Masalah Kesehatan Warga Dusun Cetho

Tiga dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menemukan beberapa permasalahan kesehatan pada sejumlah balita dan lanjut usia (lansia) warga Dusun Cetho yang terletak di desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang saat ini tengah dilakukan oleh Dra. Susanti Pudji Hastuti M.Sc., dr. Jodelin Muninggar M.Sc., dan Dra. Emy Wuryani, M.Hum., ditemukan kasus pada dua balita dengan gizi kurang, satu balita gizi buruk dan sejumlah lansia dengan sanitasi lingkungan yang buruk.

Berdasarkan penemuan tersebut, ketiganya mencoba menyusun beberapa solusi atas permasalahan yang muncul.  Solusi-solusi yang ditawarkan untuk mengatasi dua permasalahan terhadap balita dan lansia yakni dilakukan perbaikan gizi terhadap tiga balita beserta orangtuanya serta pembentukan program Bina Keluarga Lansia (BKL).

“Permasalahan yang dihadapi dusun Cetho adalah belum adanya kader kesehatan balita dan lansia, untuk itu program ini juga bertujuan untuk membentuk kader kesehatan tersebut. Diharapkan permasalahan yang sedang dihadapi dusun Cetho dapat segera teratasi dikarenakan fungsi para kader kesehatan dapat optimal,” tutur Susanti Pudji Hastuti selaku ketua tim.

Ditambahkan Susanti, dirinya dan tim juga melakukan pemberdayaan terhadap 24 kader posyandu serta lansia di desa Gumeng. Secara khusus di dusun Cetho dimana kasus-kasus tersebut ditemukan ada enam kader dan seluruhnya telah dilantik oleh kepala desa setempat beberapa waktu lalu.

Beri stimulasi

Program yang dimulai sejak Februari hingga November mendatang ini lebih menitikberatkan pada stimulasi untuk peningkatan tingkat kesehatan balita dan lansia.

Melalui program yang merupakan hibah dari Ristekdikti tahun 2018 ini, Susanti mengatakan pihaknya juga memberikan sejumlah bantuan yakni alat kesehatan berupa stetoskop, tensimeter, statur meter, timbangan, meteran rol; pemberian makanan tambahan berupa susu, vitamin, dan makanan pendamping; dan berbagai alat permainan edukatif.

Mengenai rendahnya sanitasi lingkungan di sekitar tempat tinggal lansia yang berjumlah sekitar 21 orang tersebut, Susanti dan tim telah memberikan bantuan subsidi perbaikan MCK ke lima rumah.

Kepala desa Gumeng, Sutopo Hs., memberikan apresiasi positif atas dukungan tim dosen UKSW terhadap kondisi warganya. Terlebih atas pemberdayaan kader posyandu dan lansia di lingkungannya. Diharapkan Sutopo kedepan kemandirian kader akan muncul sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan yang lebih baik. (sus_fabio/chis_bpha/foto:dok.pribadi)