Beranda»Fakultas Teologi Gelar Pelatihan Jurnalistik
FOKUS UKSW
05 December 2018 16:53
Fakultas Teologi Gelar Pelatihan Jurnalistik

Fakultas Teologi Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Fakultas Teologi Universitas Satya Wacana (UKSW) mengadakan pelatihan jurnalistik dan pelatihan publikasi pada Rabu-Kamis (21-22/11). Acara yang dilaksanakan di ruang F202 kampus UKSW Jalan Diponegoro ini diikuti oleh 38 peserta.

Hadir sebagai narasumber, wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Dhinar Sasongko yang menyampaikan materi dasar-dasar jurnalistik dan jenis-jenis berita. Ia menjelaskan bagaimana menjadi seorang penulis yang baik. Kode etik, Undang-Undang Pers, 9 elemen jurnalisme juga menjadi acuan pelatihan jurnalistik ini.

“Tulisan yang baik akan membawa dampak yang baik atau positif, sedangkan orang yang tidak baik akan menghasilkan tulisan yang tidak baik. Contoh kecilnya dalam menulis status di media sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam pelatihan yang mengangkat tema “The Power of Writting and Publication” ini, Dhinar memaparkan materi jenis-jenis berita. Adapun materi diantaranya yakni straight news, hard news, soft news, feature.

Antusiasme peserta begitu tinggi, terbukti dengan banyaknya lontaran pertanyaan yang diajukan. Selain itu, simulasi pembuatan berita juga dilakukan di ruangan dengan wawancara narasumber dan seketika langsung ditulis untuk kemudian di presentasikan. Hal ini bertujuan untuk menguji pemahaman peserta tentang materi yang diberikan.

Kemampuan linguistik

Koordinator Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teologi, Pdt. Gunawan Yuli Agung Suprabowo, D.Th., membuka pelatihan secara simbolis dengan pemukulan gong. Ia mengatakan, pelatihan ini memiliki tujuan agar mahasiswa dapat menumbuhkan linguistik, baik dalam komunikasi verbal maupun tertulis.

“Diasah, kemampuan dan kecerdasan kalian akan meningkat. Kekuatan tulisan akan menghancurkan karena adanya pengaruh tulisan yang negatif, sebaliknya kekuatan tulisan yang baik akan menghasilkan perubahan yang positif. Pelatihan ini saya harapkan dapat membantu kalian dalam pembuatan paper atau tugas akhir karena anak muda harus produktif,” katanya.

Sementara itu, ketua SMF Fakultas Teologi, Heskiel Raffles Totoda menuturkan pelatihan ini hadir untuk membantu mahasiswa dalam memahami jurnalisme yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakannya sebagai konsumen informasi, pengetahuan jurnalistik juga dibutuhkan untuk memfilter dan mengkritisi informasi yang beredar di berbagai media.

“Selesai dari kegiatan ini, akan dibentuk komunitas jurnalistik untuk memfasilitasi mahasiswa Fakultas Teologi yang memiliki potensi, sehingga kegiatan ini tidak selesai pada diskusi saja,” pungkasnya.

Berita serupa dapat dibaca pada tautan berikut https://radarsemarang.jawapos.com/2018/11/22/karya-jurnalistik-harus-bawa-dampak-positif/

(dan_jurkam/chis/upk_bpha/foto:gde_bpha).