Beranda»Fabio Kembali Gelar Seminar Nasional
FOKUS UKSW
29 January 2019 17:09
Fabio Kembali Gelar Seminar Nasional

Fabio Kembali Gelar Seminar Nasional

Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Dr. Iwan Setyawan membuka secara resmi Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi 2019, Sabtu (26/1). Seminar yang berlangsung di ruang E 126 ini mengangkat tema Inovasi dalam Penelitian dan Pembelajaran Biologi.

Dikatakannya, saat ini UKSW sedang berjuang mencari inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengikutsertakan mahasiswa S1 ke dalam proses penelitian tersebut.

“Kita ingin mahasiswa terlibat aktif dalam penelitian dan juga dalam hilirisasi produk penelitian, diharapkan dari kegiatan ini akan muncul ide-ide kreatif penelitian untuk memperkuat kinerja penelitian,” imbuhnya.

Tiga pembicara hadir dalam seminar ini, yaitu Kilala Tilaar (Corporate Director of Creative and Innovation Martha Tilaar Group), Prof. I Gusti Putu Suryadarma (Guru besar UNY) dan juga Dr. Budi Setiadi Daryono (Ketua Konsorsium Biologi Indonesia). 

Inovasi itu proses

Sebagai pembicara pembuka, Kilala Tilaar mengungkap betapa “seksi”nya Indonesia dengan kekayaan yang dimiliki. Sebagai bangsa yang besar dengan 270 juta penduduk, ekonomi yang sedang berkembang, Indonesia disebutkan Kilala memberikan 20% kontribusinya untuk kosmetik di dunia.

Inovasi dikatakan Kilala adalah hal yang mutlak untuk dilakukan saat ini. Lebih lanjut dikatakannya, inovasi yang dimaksud adalah inovasi yang bisa membedakan kita dengan yang lain, inovasi yang benar-benar asli dari Indonesia.

“Ada dua ribu resep kecantikan yang berasal dari suku-suku di Indonesia. Hal ini bisa dijadikan ladang penelitian para akademisi yang bisa dikerjasamakan dengan dunia industri,” imbuhnya.

Untuk menghasilkan inovasi, Kilala Tilaar menyebut resep nya adalah langsung memulai, dan kerja lebih cepat.

“Bersiaplah untuk gagal karena inovasi itu proses,” tegasnya.

Sementara itu, senada dengan Kilala Tilaar; Dr. Budi Setiadi Daryono yang menyampaikan materi tentang Discovery dan inovasi dalam teknik rekayasa genetik pada melon menyebutkan bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dan mitra industri diperlukan.

“Kerjasama antara perguruan tinggi dan industri diperlukan dalam mempelajari, memahami, memanfaatkan dan melestarikan sumber daya genetik secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Seminar yang dirangkai dengan call for paper ini selain diikuti mahasiswa UKSW juga diikuti peserta mahasiswa dan peneliti dari Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Surabaya, Lubuklinggau dan Kupang. Ada 51 paper yang dipresentasikan dalam kegiatan ini, bertemakan biodiversitas, biofarmasi, biologi lingkungan, biologi molekuler, bioteknologi, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. (upk/chis_bpha/foto:gde).