Beranda»Fkip Bekali Calon Pendidik Hadapi Era Disrupsi
FOKUS UKSW
08 February 2019 17:29
FKIP Bekali Calon Pendidik Hadapi Era Disrupsi

FKIP Bekali Calon Pendidik Hadapi Era Disrupsi

Dua pakar dibidang pendidikan hadir menjadi narasumber talkshow yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), pada Jumat (25/1). Acara bertemakan “Math Teacher in Disruption Era” ini menghadirkan pembicara dosen Universitas Negeri Surakarta, Dr. Sutanto, S.Si, DEA dan dosen UKSW Prof. Dr. Ferdi S. Rondonuwu. S.Pd., M.Sc.

Kegiatan yang berlangsung di Balairung Universitas ini diikuti oleh ratusan peserta antara lain civitas akademika UKSW, mahasiswa UNNES, dan sejumlah guru dari berbagai SMP dan SMA di Salatiga.

Rosdati Amira Bahir koordinator kegiatan menyebut kegiatan diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta yang merupakan pendidik dan calon pendidik mengenai berbagai kiat-kiat mengajar pada era disrupsi sehingga tidak tertinggal dengan perkembangan peserta didik.

“Kita harus bisa menjadi pendidik yang baik di era disrupsi, sehingga talkshow ini hadir untuk membekali sekaligus motivasi para pendidik menghadapi perkembangan dunia,” imbuhnya.

Dekan FKIP Dr. Wasitohadi, M.Pd., membuka secara resmi talkshow. Melalui sambutannya, Wasitohadi berharap bahwa talkshow ini dapat memberi dampak pada peserta. Era disrupsi atau pergeseran fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya menuntut pendidik mengikuti perubahan.

Dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ini berharap apa yang diperoleh melalui seminar dapat diimplikasikan dalam proses belajar mengajar.

Rangsang berfikir

Dalam paparannya, Prof. Dr. Ferdi S. Rondonuwu fokus pada peran guru di era disrupsi ini. Dijelaskannya, metode mengajar siswa di depan kelas akan segera di tinggalkan. Pendidik di harapkan dapat menggunakan metode pembelajaran yang merangsang dalam berfikir, berkreasi dan berinovasi dalam pemecahan masalah.

Dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW tersebut juga mengatakan bahwa karakter manusia tidak akan bisa di gantikan oleh robot pada era ini, sehingga hal ini yang menjadi keuntungan guru di masa yang akan datang. Guru-guru perlu memperkuat dan membangun karakter diri dalam melakukan proses mengajar, ataupun membentuk karakter siswa didik yang diajarkan.

 “Sementara itu, untuk menghadapi perubahan jaman yang sangat cepat ini, kita perlu menyiapkan diri dan mampu beradaptasi untuk cepat tanggap. Ada satu pepatah yang mengatakan jika kita ingin merubah dunia, maka kita harus bisa merubah diri sendiri terlebih dahulu,” imbuhnya.

Senada, Dr. Sutanto, S.Si, DEA, yang memaparkan materi mengenai teknologi yang di gunakan pada era disrupsi menyebut bahwa guru akan menjadi idola di masa yang akan datang dengan ide-ide baru, oleh karena itu perlu pemikiran kreatif, kritis dan hadir untuk memberi solusi atas masalah-masalah yang ada di sekitar.

Mantan kepala UPT Puskom UNS ini menyebut karakter manusia yang memiliki perhatian akan menjadi langka pada era ini. “Disinilah kita para guru mengatasi hal yang langka ini dengan perhatian di kelas dalam mengupayakan satu hal inovatif juga kreatif,” tegasnya. (mei_jurkam/chis/upk_bpha/foto:gde_bpha).