Beranda»Pameran Nostalagi Bangkitkan Memori Tahun 90an
FOKUS UKSW
12 February 2019 16:35
Pameran Nostalagi Bangkitkan Memori Tahun 90an

Pameran Nostalagi Bangkitkan Memori Tahun 90an

Lebih dari enam puluh karya mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dipamerkan dalam pameran bertajuk “Nostalagi”. Dihelat di Open Space kampus FTI UKSW Jalan Dr. O. Notohamidjojo, Blotongan pada Senin hingga Rabu (28-30/1) pekan lalu, pameran ini nampak dipadati pengunjung.

Risna Widagdo, koordinator acara menyebut karya yang dipamerkan terdiri dari karya dua dimensi seperti fotografi, gambar digital, serta gambar manual dan karya tiga dimensi antara lain mural, diorama, packaging, dan siluet. Dengan persiapan yang memakan waktu selama kurang lebih lima bulan, pengunjung diajak untuk kembali mengenang masa sekitar tahun 1990 hingga awal 2000an.

Pameran kemarin turut dirangkai dengan lomba fotografi dan comic street. Di hari terakhir, dikatakan Risna juga digelar pemutaran film karya seluruh peserta berjudul “Ku Kira Teman” dan “Nostalagi”.

 “Kami berharap pameran ini dapat memberikan hiburan bagi para pengunjung yang hadir sekaligus dapat membuat mereka mengenang masa-masa tersebut. Selain itu pameran ini juga menjadi pemacu bagi kami untuk terus menghasilkan karya-karya semakin baik,” imbuh Risna.

Peserta pameran yang pada era tersebut masih tergolong kanak-kanak membuat rata-rata visual karya adalah kenangan masa kecil mereka. Seperti yang disajikan oleh Petra dan Daniel dengan sebuah karya packaging bernama “pletak”. Karya tersebut merupakan mainan petasan banting yang dikemas ulang dengan lebih menarik.

Daniel menyatakan ide karya yang dibuatnya tersebut berawal saat mengunjungi toko mainan dirinya melihat petasan banting kini kurang diminati oleh anak-anak padahal sangat hits pada masanya. Kemudian hasil diskusi dengan Petra membuat keduanya berusaha mendesain ulang kemasan petasan banting yang disesuaikan dengan selera anak jaman sekarang.

Tak terlupakan

Sementara itu, melalui sebuah karya gambar manual, Andreas Naratama menuangkan kenangan karya masa kecilnya menonton kartun di Minggu pagi. Dalam karyanya tersebut berebut remote TV menjadi keseruan yang tidak terlupakan.

Tak kalah menarik, dalam pameran kemarin juga ditampilkan board game karya Catarina, Grace, dan Melinda berjudul “The Battle of Biji Karet”. Board game ini diangkat dari permainan tradisional khas Riau yang menggunakan biji karet asli dan dimainkan oleh anak-anak.

Pemain harus mengumpulkan beberapa buah biji karet terbaik. Setiap ronde, hanya dibutuhkan satu biji karet terbaik untuk diadu.  Permainan yang juga menggunakan kartu khusus ini dapat dimainkan dengan jumlah pemain antara dua hingga empat orang.

Ditemui disela-sela pameran, salah seorang pengunjung, Subron Jamilan, mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah cukup baik. Namun menurutnya, para peserta harus lebih banyak membaca literatur agar karya yang disajikan lebih memiliki makna. (chis/upk_bpha/foto:gde_bpha).