|
Pencapaian Visi – Misi Universitas Kristen Satya Wacana dilakukan dengan cara mem-breakdown Visi-Misi yang terdapat di statuta ke dalam Visi—Misi serta program 10 tahunan agar lebih operasional dan terukur hasilnya. Sesuai dalam dokumen Grand Strategy Siklus 50 Tahun Kedua yang merupakan breakdown dari Visi-Misi statuta, visi 2006-2010 UKSW terbagi menjadi 3 (tiga) aspek, yaitu; pertama, peningkatan kualitas dengan mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan mahasiswa, serta research sebagai inkubator dalam pengembangan ekonomi-berbasis-pengetahuan. Pada segi financial, upaya mendorong stakeholders untuk berpartisipasi dalam investasi. Kedua,pemerataan melalui penyelenggaraan life-long-education, aktualisasi potensi intelektual dan emosional individu, dan siap bekerja serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ketiga, otonomi dalam pengambilan keputusan yang lebih luas, berimbang dan akuntabilitas yang transparan, serta memiliki struktur legal, finansial dalam proses manajemen yang mendorong inovasi, efisiensi dan excellence. Visi UKSW 2006-2010 ini kemudian dijabarkan dalam sebuah kebijakan dan program aksi yang menjadi dasar arah pengembangan institusi saat ini. Kebijakan utama pertama dari visi tersebut adalah kegiatan konsolidasi kapasitas institusi agar memperoleh fondasi akademik yang kokoh untuk melaksanakan akreditasi institusi 2007. Program aksi yang dirancang dari kegiatan ini adalah menyelesaikan akreditasi, updating kurikulum dengan sumber daya manusia yang qualifie. Kebijakan utama kedua dari visi 2006-2010 bahwa semua dosen UKSW akan mengikuti sebuah professional re-training program agar mampu memfasilitasi perkuliahan yang bermutu tinggi. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah para dosen akan memiliki kemampuan untuk memberdayakan pembelajaran melalui proses researchbased-teaching (RBT) dan reseach-based-learning (RBL). Untuk pencapaian kebijakan ini program aksi difokuskan pada peningkatan kualitas kinerja dosen melalui peningkatan kualitas kompetensi akademik dengan melakukan research terapan dan pengembangan ilmu, serta melakukan analisis mata kuliah dan merancang RBT & RBL dalam proses pembelajaran. Program aksi lain pada kebijakan utama kedua ini adalah peningkatan kualitas kompetensi profesional melalui non degree training, rekonstruksi GBPP/SAP berbasis research dan teknologi, serta melakukan integrasi program pendalaman melalui research dan eksperimen-pengayaan melalui e-learning, tutorial, dan penulisan karya ilmiah. Peningkatan kemampuan dosen atau staf pengajar dalam penguasaan bahasa Inggris menjadi program aksi dalam kebijakan utama kedua ini. Pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar ke dua di UKSW dan semua dosen diharapkan mampu memimpin tutorial dalam bahasa Inggris. Agar rancangan program aksi ini tercapai maka dilakukan pengembangan soft skill bahasa Inggris dosen di dalam unit kerja internal institusi yaitu Pusat Bahasa, dan kegiatan training/kursus, dan student-exchange. Kebijakan utama ketiga difokuskan pada pembaharuan peraturan dan semua standard operational procedure (SOP) akademik, administrasi, dan finansial. Strategi pembaharuan ini dilaksanakan melalui internal audit yang dilakukan oleh semua unit kerja internal institusi. Hasil yang diharapkan dari pembaharuan ini, UKSW memiliki sistem menajemen, administrasi, dan finansial dengan SOP nya yang menopang kualitas yang berkelanjutan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mencapai visi UKSW 2006-2010. Beberapa langkah konkrit institusi adalah sebagai berikut; untuk keberlangsungan UKSW sebagai lembaga pendidikan, maka komitmen untuk meningkatkan mutu akademik terimplementasi dalam kebijakan pembentukan Pusat Penjaminan Mutu Akademik (PPMA). PPMA adalah lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Universitas Kristen Satya Wacana. Berdasarkan SK Rektor No. 009 / Kep / Rek / 1 / 2006 tentang struktur organisasi dan uraian tugas di lingkungan kerja kantor Wakil Rektor I UKSW. Pusat Penjaminan Mutu Akademik dan perangkatnya merupakan wakil dari manajemen dalam hal yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu. Upaya yang dilakukan untuk mencapai mutu akademik adalah melalui berbagai program pengembangan. Dalam rangka itu institusi membangun kerjasama strategis dengan berbagai pihak untuk pencapaian visi universitas. Beberapa program kerjasama yang telah dilakukan dan membuahkan hasil adalah sebagai berikut: Berangkat dari visi, program aksi, evaluasi program, dan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut maka rencana program pengembangan yang diusulkan oleh UKSW dalam Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi tahun 2008-2010 ini difokuskan pada 2 (dua) program utama dengan masingmasing rancangan aktivitas yaitu: (1) Membangun sistem manajemen mutu akademik universitas berbasis teknologi informasi; a. Mengembangkan sistem manajemen informasi universitas berbasis teknologi informasi b. Mengembangkan sistem penjaminan mutu akademik institusi c. Membangun sistem tata kelola kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat (2) Mengembangkan sistem dan model pembelajaran berbasis e-learning a. Mendesain sistem dan metodologi proses pembelajaran berbasis teknologi informasi b. Meningkatkan kapasitas mahasiswa, dosen, dan staf universitas dengan membangun kerjasama online library dengan universitas dalam negeri. Dari program PHK Berbasis Institusi ini, capaian akhir yang diharapkan dari implementasi program selama 3 (tiga) tahun adalah terciptanya sistem manajemen mutu di UKSW yang berorientasi pada Quality Assurance System in Higher Education, Total Quality Management. Pencapaian program tersebut selaras dengan rencana pengembangan institusi secara menyeluruh yang tertuang dalam rancangan program UKSW siklus 50 tahun kedua Visi UKSW 2006-2010 meliputi aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, sumber daya manusia, mahasiswa dan alumni, sarana dan prasarana, kerjasama dan kemitraan, manajemen organisasi, manajemen keuangan, dan promosi & pencintraan. Pencapaian tujuan akhir dilakukan melalui beberapa tahapan aktivitas yaitu pada tahap pertama atau tahun pertama (2008) seluruh kegiatan difokuskan untuk membangun, merancang sistem utama (keuangan-administrasi-kemahasiswaan, penelitian & pengabdian masyarakat, dan penjaminan mutu universitas) tata kelola perguruan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perkembangan TIK yang pesat memberikan peluang untuk memanfaatkan seoptimal mungkin mendukung tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif dan efisien. Pembangunan sistem tata kelola institusi akan diikuti oleh membangun sistem penjaminan mutu perguruan tinggi sebagai tools untuk menjamin kualitas penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Selanjutnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya staf non akademik baik dalam pemanfaatan dan pengembangan TIK menjadi prioritas lainnya pencapaian tujuan akhir tahun pertama program PHKI. Implementasi sistem tata kelola institusi berbasis TIK didukung oleh ketersediaan sumberdaya manusia yang memadai diharapkan mampu mendorong kemandirian dalam memanfaatkan, mengembangkan, serta meningkatkan kualitas pelayanan/penyelenggaraan pendidikan. Setelah sistem utama telah terbangun, maka pada tahun berikutnya yaitu tahun kedua (2009) program diarahkan ke pengembangan – peningkatan – implementasi – perbaikan sistem secara terus menerus. Program di tahun ini diarahkan pada pengembangan manual mutu berbasis ISO 9001:2000 yang didukung dengan penguatan sistem pendukung untuk men support sistem utama diikuti oleh peningkatan keterandalan jaringan dan aksesibilitas terhadap sistem tersebut. Penguatan kapasitas sumberdaya manusia secara berkelanjutan juga menjadi agenda utama pada seluruh tahap/tahun implementasi program PHKI ini. Capaian akhir program tahun ini diharapkan dimilikinya manual mutu berstandar ISO 901:2000 serta terbangunnya sistem pendukung bagi implementasi sistem tata kelola perguruan tinggi yang terintegrasi yang telah dibangun pada 2008. Di dalam tahun ketiga (2010) implementasi program, diarahkan kepada pengembangan kerjasama strategis antara UKSW dengan perguruan tinggi dan stakeholders dalam kerangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara terus menerus dan berkelanjutan. Pengembangan kerjasama dengan stakeholders merupakan langkah strategis untuk mendapatkan feedback terhadap kualitas pelayanan penyelenggaraan pendidikan yang diberikan oleh UKSW. Dari masukan-masukan ini menjadi bahan refleksi evaluasi bagi dasar perencanaan peningkatan kualitas pada masa mendatang. Peningkatan dan pengembangan sistem manajemen mutu institusi secara makro akan menciptakan organisasi yang sehat. Hal ini akan tercermin dalam praktek-praktek tata kelola universitas yang baik (good university governance). Pada level institusi, penciptaan kapabilitas dan akuntabilitas sistem organisasi, meliputi aspek akademik, keuangan, sumber daya, dan manajemen organisasi adalah salah satu tujuan utama yang akan dicapai oleh UKSW hingga akhir tahun 2010. |