May 17

( Kisah Para Rasul 1:11 )
“Dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Kejadian jatuhnya pesawat Shukoi Super Jet (SSJ) 100 ini terjadi pada Rabu, 9 Mei 2012 telah mengemparkan berbagai pihak di Indonesia dan di Rusia. Siapakah yang menyangka bila pesawat baru dengan peralatan navigasi yang canggih tersebut bisa jatuh dan menabrak dinding terjal di Gunung Salak, Jawa Barat. Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 45 orang. Baru terbang sekitar 25 menit, pesawat hilang kontak, dan akhirnya diketahui pesawat telah jatuh. Reaksi simpati dan bantuan dari berbagai pihak datang silih berganti. Di sini lain, helipad di Posko Utama Balai Ternak Embrio Cipelang, Cijeruk Bogor, Jawa Barat, terus didatangi warga. Tidak hanya warga sekitar lokasi, namun juga banyak yang datang dari luar daerah. Itu terbukti, dari beberapa bus yang bertuliskan ‘pariwisata’. Bahkan, rumah warga banyak dijadikan tempat parkir para pengunjung proses evakuasi korban. Nampak jelas bahwa posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 ini telah menjadi tempat rekreasi baru warga. Fenomena apa ini?

Di saat banyak pihak bekerja keras untuk mengevakuasi tubuh para korban yang tercerai berai, ternyata ada juga pihak yang datang hanya untuk berdiri dan menonton proses evakuasi tersebut. Bahkan ada yang mengambil keuntungan menjadikan lokasi helipad sebagai ‘tempat rekreasi baru’. Mungkin kita merasa bahwa kita tidak termasuk kategori orang seperti itu. Namun, sadarkah kita ketika kita juga hanya duduk dan menonton peristiwa (dalam bentuk apapun) lewat media televisi dan internet, tanpa berbuat sesuatu, bukankah kita tidak lebih baik dari para pengunjung ‘tempat rekreasi baru’. Bukankah kita juga hanya bisa melihat dan tanpa sadar mungkin telah menjadikan peristiwa itu menjadi suatu ‘hiburan baru’ di televisi? Hal inilah yang dikritik oleh malaikat ketika menjumpai para murid yang hanya berdiri dan melihat terus ke langit, setelah Yesus terangkat ke surga (Kisah 1:11).

Hari ini kita merayakan peristiwa historis perihal kenaikkan Yesus Kristus ke Surga yang disaksikan oleh para murid. Tapi hari ini juga kita bisa melihat bahwa sebuah peristiwa ‘luar biasa’ (seperti bencana alam, terjadinya mujizat, dan lain – lain) bisa saja hanya menjadi sebuah ‘hiburan baru’ bagi para murid Yesus, termasuk kita pada masa kini. Bila kita tidak mau dikategorikan orang yang seperti itu, maka baiklah kita tidak hanya melihat dan hadir sebagai penonton. Perbuatan kongkrit apakah yang bisa kita perbuat untuk Tuhan dan sesama pada hari ini? Selamat merayakan hari Kenaikkan Yesus Kristus!


Pokok Doa:
Tuhan, ampunilah kami apabila seringkali kami hadir di tengah – tengah sesama kami hanya sebagai penonton, yang tidak berbuat apa – apa untuk meringankan beban rekan kami yang menderita. Amin.

« Previous Entries