Jan 31

Ibrani 12:5
“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya.”

Tuhan lewat nabi Natan pernah menegur Raja Daud, atas perilakunya yang tidak berkenan di mata-Nya. Sang Raja pun tersadar, dan dengan tulus mengaku bahwa ia bersalah. Namun tetap, walaupun Daud telah memohon maaf dengan berpuasa, Tuhan memberikannya hukuman. Seorang raja besar seharusnya tidak mengeraskan hatinya, pada saat ditegur. Daud memberikan contoh yang kongkrit bagi kita semua.
Hikmat apa yang dapat kita ambil dari cerita tersebut? Pertama, adalah bahwa melalui kuasa-Nya, Tuhan menegur anak-Nya yang berbuat salah. Berbagai cara dapat dilakukan oleh Tuhan untuk menegur, entah melalui sahabat dekat, keluarga, ataupun lainnya. Kedua, akan selalu ada dampak dari perbuatan salah tersebut kepada diri sendiri, atau bahkan kepada keluarga, atau pihak – pihak yang lain. Contoh sederhana adalah jika seseorang dari anggota keluarga akhirnya harus masuk penjara akibat perbuatan salah, tentulah anggota keluarga lainnya akan turut bersedih. Ketiga, kita tidak akan pernah bisa lari dari “murka” Tuhan. Cepat atau lambat kebenaran Tuhan dan keadilan-Nya akan dinyatakan.
Jadi, janganlah keraskan hatimu, jika seseorang tiba-tiba menegurmu dengan halus, sembari berkata, “Mas/Mbak, ayo ikut beribadah”. Karena bisa jadi, Tuhan menegurmu melalui orang tersebut, atau bahkan melalui orang yang lebih kecil darimu. Maknailah bahwa teguran itu adalah bentuk dari kasih Tuhan kepada anak-Nya yang Dia kasihi.

Ya Tuhan, ajari kami untuk selalu memahami setiap teguran untuk beribadah sebagai teguran dari Engkau saja. Amin.

« Previous Entries