May 2

Hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang” (Titus 2 : 5)

Ketika mendengar kabar bahwa ada salah seorang pegawai laki-laki yang bekerja di lingkungan kita berselingkuh dengan istri orang lain pastilah kita terkejut. Terus terang saja, kita pun pasti sedih mendengar kabar tersebut. Entah kebenarannya mungkin masih diperdebatkan, namun yang pasti kabar itu pasti akan mengganggu kinerja kerja semua karyawan yang ada.
Tentu kita tidak berharap kalau hal tersebut terjadi di dalam lingkungan UKSW. Tetapi kalau hal itu terjadi, maka kita tidak hanya sedih, tetapi harus prihatin, karena lembaga ini tidak saja besar, namun juga memasang Kristen dalam penamaannya. Lalu apakah nama itu tidak bermakna sama sekali, sehingga setiap kita yang ada di dalamnya (mahasiswa maupun pegawai).
Tidak punya perasaan lagi, ketika prinsip hidup dan perilaku kita tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kekristenan, sebagaimana yang disampaikan firman Tuhan diatas? Jika kita (baik pegawai maupun mahasiswa) masih saja menganggap bahwa nama Kristen di dalam lembaga ini hanya semacam embel-embel yang tidak punya arti maka kita sedang salah besar.
Lembaga ini menyadari bahwa ada peran serta Yesus di dalamnya. Hal itu dapat terbaca dengan jelas dalam Statuta UKSW, ataupun dalam Visi dan Misi UKSW. Universitas ini mengaku percaya kepada Firman Tuhan, sudah tentu termasuk di dalamnya adalah Titus 2:5. Mengingkari pernyataan ini akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi.
Moral pada masa kini dan masa yang akan datang, khususnya di dalam pencitraan sebagai lembaga dengan lebel Kristen.

Pokok Doa : Ya Tuhan, ajar kami para sivitas akademika UKSW untuk selalu tunduk kepada firman-Mu saja. Amin.