Feb 28

Keluaran 10 : 11
“Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki. Lalu mereka diusir dari depan Firaun”

Kalimat di atas diucapkan oleh Firaun kepada Musa ketika Musa meminta ijin agar umat Israel diperkenankan meninggalkan Mesir setelah sekian lama diperbudak di tanah Mesir. Namun Firaun tidak mengijinkan bangsa Israel meninggalkan Mesir, karena kepergian mereka akan merugikan bangsa Mesir.

Pernahkah kita ingin melakukan sesuatu, tetapi tidak diijinkan oleh atasan kita? Bagaimana rasanya? Kecewa bukan? Demikian juga dengan bangsa Israel, ketika meminta ijin untuk pergi dan tidak diijinkan, tentunya kecewa. Apa yang kita lakukan saat kecewa karena keinginan kita tidak disetujui atasan? Marah-marah? Mengomel? Tidak demikian dengan bangsa Israel. Saat keinginan mereka ditolak oleh raja Firaun, mereka berserah sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, tidak berusaha dengan kekuatan sendiri. Kadang-kadang, pimpinan yang keras kepala dan otoriter seperti Firaun, justru menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Dengan sikap pimpinan seperti itulah, Tuhan justru bisa menunjukkan mujizat-Nya. Air menjadi darah, belalang, dan seterusnya yang dikenal dengan 10 tulah, yang diakhiri dengan kematian anak sulung dari setiap keluarga Mesir.

Marilah kita menyadari bahwa seseorang, apakah itu pimpinan kita atau siapapun dia, tidak dapat menghalangi kehendak Tuhan terjadi dalam hidup kita. Bila Tuhan mengijinkan, apapun akan terjadi, sekalipun nampaknya banyak rintangan yang menghadang di depan.

Pokok Doa:
Ya Tuhan, ajar kami untuk menyadari bahwa sekalipun banyak rintangan dalam kehidupan kami, namun bila Engkau berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Amin.