Robotic Research Center (R2C), tim robot dari Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Dua robot R2C berhasil lolos ke tingkat nasional, yaitu R2C Warrior yang berlaga di divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda dan R2C Bima yang berlaga di Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Dalam kontes tahun ini, R2C mengirimkan 3 robot di tiga divisi, yaitu R2C Warrior, R2C Bima dan R2C Alceo di divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki.

Ditemui di laboratorium R2C di gedung C belum lama ini, sejumlah anggota R2C menceritakan beragam persiapan yang dilakukan dan sistem lomba dimasa pandemi seperti sekarang ini. Witaradya Adhi Dharma menceritakan R2C Warrior sama seperti tahun sebelumnya mempunyai tugas untuk memasukkan bola ke gawang. Sedikit berbeda dari kompetisi sebelumnya, sebagai lawan main robot kali ini adalah dummy robot yang berjumlah tiga dan dua robot pemain.  Sementara itu di divisi KRTMI, R2C Bima didesain menjadi robot kesehatan yang nantinya akan melakukan simulasi memindahkan pasien agar tidak bersentuhan langsung.

Lebih lanjut disampaikan Witaradya Adhi Dharma, persiapan telah dilakukan tim R2C sejak tiga bulan sebelum berlangsungnya kompetisi kemarin. Beberapa penyesuaian dilakukan tim R2C mengingat kompetisi tahun ini dilakukan secara daring.

“Persiapan yang dilakukan antara lain dalam hal infrastruktur seperti ukuran lapangan untuk KRSBI dan internet karena kompetisi dilakukan secara daring. Persiapan lainnya adalah membuat robot sebaik mungkin karena peta lawan tahun ini juga mengalami perubahan yang drastis. Sebelumnya UKSW masuk dalam regional tiga, namun tahun ini se Indonesia hanya dibagi menjadi dua regional saja dan hal itu mengubah peta lawan kita,” terang Witaradya.

Persiapan juga terus dilakukan tim saat ini untuk menuju tingkat nasional pada pertengahan November. “Kondisi pandemi tidak menghalangi kita untuk memberikan yang terbaik. Bisa lolos sampai tahap nasional tentunya suatu kebanggaan tersendiri, karena itulah kami terus memberi yang terbaik,” imbuh Witaradya. Selama persiapan, tim ini dibimbing tiga dosen FTEK; yaitu Gunawan Dewantoro, M.Sc., Eng., Daniel Santoso, M.S., dan Deddy Susilo, M.Eng.

Dalam masa persiapan seperti sekarang ini, laboratorium sudah seperti rumah kedua bagi ke-13 mahasiswa yang tergabung di R2C. “Bangga bisa jadi bagian tim dan berpartisipasi di tingkat nasional, meskipun tidak bisa pulang, lebih banyak menghabiskan waktu di laboratorium,” imbuh Michael Leonardi. 

Ketika disinggung target ditingkat nasional, Witaradya menuturkan berharap bisa menjadi juara.

“Kami terus melakukan yang terbaik dan berharap bisa meraih juara,” tegasnya.

Ikut bergabung dalam tim R2C Warrior adalah Witaradya Adhi Dharma, Yosua Elsada, Ryard Firdaus P.S, Julius Fun Bait S, Jane Chrestella Marutotamtama, Michael Leonardi dan Bagus Dwiarta. Sementara itu tim R2C Bima diperkuat oleh Krisna Ranu Wiharjo, Jane Erlinda Hadi dan Marcelino Nursalim. Sedangkan tim R2C Alceo beranggotakan Mitsal Ghapiqi, Muhamad Syamsudin dan Bernadus Sandy P.P.A.