Program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar yudisium bagi 242 mahasiswa peserta PPG Dalam Jabatan Bersubsidi, Kamis (30/1) di Balairung Universitas. Yudisium ini digelar bagi peserta PPG DJ tahap 3, 4, dan 5 Tahun 2019 dari program studi Bimbingan Konseling, program studi Pendidikan Anak Usia Dini, serta program studi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Selain itu peserta yudisium juga berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Peserta PPG DJ tahun 2019 kemarin berasal dari sejumlah daerah diantaranya Tasikmalaya, Nganjuk, Purwokerto dan Blora.

Dekan FTI UKSW, Wiwin Sulistyo, ST., M.Kom., dalam sambutannya saat membuka acara ini mengatakan bahwa wacana kedepan teknologi tidak hanya menjadi pendamping dalam proses pembelajaran tapi juga akan menjadi bagian dari proses itu sendiri. Hal ini adalah tantangan bagi pengajar.

“Namun ada satu hal yang tidak dapat digantikan, yakni teladan yang diberikan. Maka dari itu sebagai pendidik haruslah memiliki visi dan misi yang jelas, agar kita dapat menjadi teladan bagi anak didik,” pesan Wiwin.

Sementara itu, Dekan FKIP Dr. Drs. Wasitohadi, M.Pd., menghimbau kepada para peserta yudisium untuk menjadi guru inovatif. Dirinya menyebut perubahan kebijakan di aras pusat bukanlah hal yang mustahil terjadi dan harus disikapi dengan penuh inisiatif.

Didampingi 30 dosen

Ditemui usai acara, koordinator PPG UKSW Wahyudi, S.Pd., M.Pd., menyebut peserta Yudisium PPD DJ kemarin berasal dari 3 tahap yang masa pembelajarannya dimulai sejak 6 Mei 2019. Sebelum di yudisium peserta telah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jaringan selama tiga bulan, workshop selama tiga minggu, praktek lapangan tiga minggu serta Uji Kinerja dan Uji Pengetahuan.

“Selama masa PPG DJ kami melibatkan kurang lebih tiga puluh dosen untuk mendampingi peserta. Kami berharap seluruh peserta yang dinyatakan lulus saat yudisium dapat benar-benar memiliki kinerja yang lebih baik sesuai dengan predikat yang disandang,” tutur Wahyudi.

Dirinya menambahkan sebagai guru profesional, para lulusan PPG DJ UKSW diharap dapat melayani peserta didik masing-masing dengan professional serta memberikan kemerdekaan belajar pada murid sehingga tiap peserta didik dapat belajar maksimal.

Dalam kesempatan kemarin, Wahyudi juga mengatakan UKSW kembali akan membuka program PPG Mandiri untuk periode tahun 2020. Tahap pertama akan dimulai pada 27 Februari mendatang. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar dapat melihat informasi selengkapnya melalui helpdesk https://chat.whatsapp.com/BWoIpzW2YLRLxVOyyNmo6y. (chis/upk_bpha/fptp:gde_bpha).