Masih dalam rangka peringatan Paskah, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan aksi Donor Darah hari ini (9/4) di Balairung Universitas. Sebanyak 60 kantong darah berhasil dikumpulkan dari kegiatan yang digelar mulai pukul 08.00 sampai 12.00 ini. Melalui protokol kesehatan yang ketat, kegiatan ini diikuti sivitas akademika UKSW, baik dosen, pegawai dan juga mahasiswa.

Ketua panitia Paskah 2021 UKSW Pdt. Onesimus Dani, S.Si., menuturkan aksi donor darah adalah kegiatan rutin yang selalu UKSW selenggarakan ketika Paskah.

“Semoga melalui kegiatan ini, banyak saudara-saudara kita yang mempunyai kebutuhan darah bisa tertolong dengan darah yang kami sumbangkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada PMI Salatiga yang telah dengan senang hati selalu bekerjasama dengan UKSW,” katanya.

Sedikitnya satu dokter dan lima tenaga kesehatan dari PMI Salatiga diturunkan dalam aksi donor darah hari ini. Malikhah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Salatiga mengungkapkan, setiap tahun pada moment Paskah UKSW pihaknya menargetkan dapat membawa lima puluh sampai seratus kantong darah.  

“Namun karena saat ini pandemi, ada penurunan jumlah. Tetapi sampai siang ini sudah lebih dari  tiga puluh kantong darah yang ditargetkan. Kami senang sekali karena sangat terbantu untuk menjaga pasokan darah, terlebih saat ini juga menjelang bulan Ramadhan. Kami berharap Ramadhan nanti tetap bisa bekerjasama dengan UKSW untuk kegiatan donor darah,” terang Malikhah yang ditemui disela kegiatan donor darah.

Kegiatan donor darah di Balairung Universitas hari ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Penerapan protokol kesehatan yang ketat inilah yang membuat sivitas akademika merasa aman untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan darahnya. Salah satunya adalah Septian Virginanda.

“Awalnya sempat takut, tetapi sempat bertanya ke teman-teman yang sudah mengikuti donor di masa pandemi dan akhirnya berani karena kegiatan donor ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ini adalah donor darah pertama saya selama pandemi, sebelumnya saya juga rajin donor,” terang Septian yang merupakan salah satu pegawai di lingkungan UKSW.

Senada, Grachia Yulicha mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKSW juga memutuskan untuk mengikuti donor darah karena diadakan mengikuti protokol kesehatan.

“Ini donor darah pertama saya, tapi karena dilakukan dengan protokol kesehatan, saya berani donor. Semoga dapat digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan darah,” kata Grachia.