Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan tatap muka dan kerumunan berdampak pada penyelenggaraan wisuda Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Periode II Tahun 2020/2021. Setelah periode sebelumnya prosesi wisuda menghadirkan robot sebagai pengganti winisuda, wisuda kali ini kembali dibuat berbeda.

Sebelum upacara wisuda berlangsung di Balairung Universitas, Sabtu (17/10), Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., menghampiri perwakilan lulusan di kediaman masing-masing untuk mengukuhkan secara langsung.

“Seperti yang kita ketahui saat ini berkumpul bersama dalam jumlah yang banyak bukanlah langkah yang bijak. Karena jumlah winisuda pada upacara wisuda periode Oktober yang banyak maka saya datang menghampiri tiga perwakilan untuk mengukuhkan secara langsung. Ini juga menjadi wujud komitmen kami melayani mahasiswa,” terang Neil.

Meskipun tidak dapat dikukuhkan di tengah euforia wisuda serta disaksikan oleh orang terdekat, hal ini tidak menyurutkan kebahagiaan sejumlah winisuda ini.

“Pastinya bersyukur, meskipun pandemi masih bisa lulus dengan tepat waktu. Namun agak sedih karena event wisuda yang seharusnya bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan, mengabadikan moment bahagia, kali ini terasa sepi ya, jadi ada sedihnya,” tutur Rafikahwulan Sari, S.Sos., lulusan program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW. 

Kesedihan Rafikahwulan tak berlangsung lama. Penerima Beasiswa Bidikmisi dari Pemerintah selama kuliah ini kembali ceria tatkala memperoleh kabar terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang dikunjungi Rektor UKSW untuk diwisuda secara langsung.

Di rumah sederhana dengan didampingi kedua orangtua, Rafikahwulan menerima kunjungan Rektor. Rafikahwulan diwisuda dengan penyerahan ijazah serta pemindahan tali kucir oleh Rektor UKSW.

“Saya berterimakasih sekali, atas ketulusan hati Pak Rektor dan UKSW mengunjungi anak saya secara langsung untuk diwisuda. Saya terima dengan setulus hati,” kata Sumirah Utari, orangtua Rafikahwulan.

Selain Rafikahwulan, Rektor UKSW juga mewisuda dua lulusan lain di kediaman masing-masing. Mereka adalah Rivaldo Kristano, S.E., lulusan Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Evaristo Soares, M.Si. lulusan program studi Magister Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin UKSW.

“Walaupun di tengah situasi seperti ini saya bersyukur rektor dengan kerelaan hati mengunjungi tempat kos saya yang terletak di gang sempit dengan berjalan kaki. Covid ini kan sebuah penyakit yang tidak kita tahu, namun dalam situasi seperti ini kita juga bersyukur sudah menyelesaikan pendidikan dan akan kembali dengan membawa gelar dan sepucuk kertas yang melambangkan bahwa kita sudah selesai kuliah di UKSW,” tutur Evaristo Soares yang berasal dari Timor Leste. 

Wisuda virtual

Sementara itu, Upacara Wisuda Program Diploma, Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor Universitas Kristen Satya Wacana Periode II Tahun 2020/2021 diadakan pada Sabtu, (17/10) melalui aplikasi zoom dan ditayangkan live streaming Youtube. Pada periode kali ini, UKSW meluluskan 923 mahasiswa dengan rincian 41 lulusan program Diploma 3, 821 lulusan program Strata 1 (S1), 56 lulusan program Strata 2 (S2), 5 lulusan program Doktor (S3).

Upacara wisuda dihadiri oleh pimpinan universitas, senator, serta 14 mahasiswa sebagai perwakilan tiap fakultas. Secara simbolis, ijazah diserahkan oleh Pembantu Rektor I Dr. Iwan Setyawan dan pemindahan tanda kelulusan oleh Rektor. 

Melalui kesempatan ini, Rektor UKSW mengajak winisuda untuk memiliki karakter menyegani Tuhan. Karakter yang juga tersemat dalam moto UKSW ini menurut Neil adalah karakter yang penting dalam dunia kita hari ini dan ke depan. “Sejak diwisuda hari ini, selanjutnya Anda adalah duta besar UKSW dalam masyarakat sehingga karenanya ‘cap UKSW’ itu harus terlihat jelas dalam diri Anda,” tegas Neil. 

Dunia yang  dijalani saat ini dikatakan Neil tengah mengalami perubahan-perubahan lingkungan yang tidak mudah untuk dipahami. Dalam lingkungan seperti itu, menurutnya dibutuhkan orang-orang berpengetahuan luas dan mendalam yang disebut sebagai knowledge workers.

Neil juga melontarkan pertanyaan bagi para winisuda tentang bagaimana memaknai panggilan pelayanan di dunia kerja ke depan. Melalui pertanyaan ini Neil hendak mengajak winisuda untuk menggumuli secara sungguh-sungguh panggilan pelayanan dalam dan bagi dunia yang tengah menderita ini. 

“Apapun pilihan karir Anda, pahami bahwa di situ ada sebuah panggilan untuk melayani bagi kebaikan. UKSW sudah mendidik Anda untuk berkarakter takut akan Tuhan. Bawalah karakter itu ke manapun Anda pergi. Dengan karakter itu, warnailah lingkungan di mana Anda hidup. Ubahlah keadaan yang kurang baik menjadi sesuatu lebih baik, kekacauan menjadi keteraturan, kegagalan menjadi keberhasilan, ketidakbenaran menjadi kebenaran. Itulah tugas dan panggilan pelayanan yang menanti Anda di depan sana,” tegas Neil.