Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) nampak berbondong-bondong mengunjungi kantor Direktorat Kerja Sama (Diker), Jumat (20/01/2023) pagi hingga sore. Bergantian, mahasiswa datang dalam acara International Education Day untuk mendapatkan informasi mengenai beragam program internasional di UKSW.
 
Ditemui di sela acara, salah seorang staf penanggungjawab kegiatan Maryanah, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini digunakan untuk mengenalkan program internasional yang dikoordinasikan oleh Diker kepada mahasiswa UKSW.

Beragam program internasional tersebut antara lain Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), Language Training Center (LTC), Global Education Experiences (GlobEEs), Warung Prancis, Hult Prize, International Association of Students in Economic and Commercial Sciences (AIESEC), Student Exchange Program to EH Ludwigsburg Germany, Student Exchange Program to Kwansei Gakuin University (KGU) Japan, dan East Asia Student Encounter (EASE).   

“IISMA menjadi program baru yang dipresentasikan dalam kegiatan hari ini. Ini menjadi program unggulan bagi mahasiswa karena merupakan program internasional yang didanai oleh Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) selama satu semester,” terangnya.

Selain IISMA, Hult Prize juga menjadi program baru yang disuguhkan kepada mahasiswa peminat program internasional. Dijelaskan Maryanah, Hult Prize merupakan kompetisi ide bisnis atau startup bagi mahasiswa S1 maupun S2.

Manfaatkan Kesempatan

Hal menarik lainnya yaitu mahasiswa yang berkunjung dibekali informasi oleh mahasiswa maupun alumni yang pernah mengikuti program internasional tersebut. Bahkan, ada dua mahasiswa asing asal Jerman dan Jepang yang sedang mengikuti student exchange di UKSW ikut menginformasikan pertukaran pelajar di EH Ludwigsburg Jerman dan KGU Jepang.

“Di sini mahasiswa dapat mengetahui informasi mulai dari proses mendaftar hingga kegiatan apa saja yang diikuti dan sebagainya. Mahasiswa juga dapat belajar budaya negara lain, salah satunya budaya Jepang. Karena dalam kegiatan ini juga disediakan photo booth dengan memakai pakaian tradisional Jepang, Yukata,” bebernya. 

Maryanah juga menyampaikan pesannya kepada mahasiswa untuk tidak takut mencoba program internasional di UKSW.

 “Coba mendaftar karena ada banyak kesempatan yang disediakan UKSW. Yang penting mencoba, kalau toh belum berhasil setidaknya dapat merasakan pengalaman mendaftar dan dapat belajar dari hal itu," imbuhnya. 

Salah satu mahasiswa yang berkunjung, Samuel Daniel Saiya mengatakan bahwa ia tertarik mengikuti student exchange di Jepang karena sangat menyukai budaya Jepang. “Tadi di stand, saya dijelaskan secara langsung oleh mahasiswa Jepang yang berkuliah di UKSW, ini sangat menambah wawasan saya bagaimana berkuliah di Jepang. Saya ingin sekali merasakan student exchange di sana,” ungkap mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (SI) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) asal Ambon ini.