Digitalisasi yang dilakukan dalam berbagai aspek saat ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan data scientist.  Bidang ini bahkan diklaim menjadi primadona di abad 21 oleh banyak pakar perusahaan besar di dunia.  Melihat peluang tersebut, sejak lima tahun terakhir Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) secara khusus Fakultas Sains dan Matematika (FSM) bergumul untuk dapat berikan kontribusi bagi pendidikan Indonesia.

Hasilnya, sejak April lalu fakultas ini berhasil mengantongi ijin pembukaan program studi  Magister Sains Data yang dikepalai oleh Dr. Hanna Arini Parhusip. Menurutnya, FSM berusaha menyiapkan profil lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar global saat ini.

“Kami bersyukur bidang studi matematika dan rumpun ilmu disekitarnya mulai naik ke permukaan dan tidak lagi menjadi momok. Bahkan kini matematika menjadi pilihan profesi yang dianggap seksi di abad ke 21 meskipun konstruksinya tergolong kompleks,” tutur Hanna.

Baru-baru ini pihaknya bekerja sama dengan Andi Offset Yogyakarta menggelar talkshow online bertajuk “Data Science Mengubah Hidupku” yang ditayangkan melalui channel youtube TV Andi. Hadir tiga narasumber yakni alumni prodi Matematika FSM UKSW Ruth Kristianingsih, M.Sc.,  praktisi dari perusahaan game UK  Alfredo Hernandez, M.Sc., serta pakar data science dan IT, Onno W Purbo, M.Eng., Ph.D.

Ruth Kristianingsih yang saat ini tengah bekerja internship dan predoctoral di Sainbury Laboratory - Norwich Research Park di Inggris tersebut memberikan sharing perjalanan kariernya sebagai data scientist di Indonesia hingga dirinya dapat berada di Inggris sekarang. Alumnus angkatan 2010 tersebut mengatakan perjalannya dimulai saat dirinya dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi S2 dengan beasiswa Erasmus Mundus.

Bidik peluang

“Dari beasiswa tersebut saya dapat kesempatan untuk belajar di tiga universitas berbeda. Semester satu saya belajar teori di UNIVAQ Italy. Kenapa fokus pada teori, karena mereka ingin tahu bagaimana fondasi teori yang kita miliki. Semester kedua masih dengan teori dan numerik di UHamburg Jerman. Semester 3 diberi pilihan ingin selesaikan kuliah dimana, saya pilih Universitat Autonoma de Barcelona dengan fokus ke pemrograman dan project. Thesis yang saya angkat berjudul Mathematical Modelling and Stochastic Simulations of Multipartite Viruses,” urai Ruth mengenai perjalanan studi masternya.

Mulai Oktober nanti Ruth akan memulai program doktoralnya mengenai data science. Menurut Ruth yang telah menyukai bidang matematika sejak kecil ini, saat di UKSW dirinya mulai belajar aplikasi matematika. Dari sudut pandangnya banyak keuntungan dengan belajar bidang tersebut. Selama dirinya menimba ilmu di UKSW, dosen banyak memberikan motivasi, ditambah ketika berada di luar negeri Ruth melihat peluang semakin besar.

“Banyak orang pikir matematika nantinya hanya jadi guru, padahal semua bidang membutuhkan matematika dan data science. Skill ini banyak dibutuhkan, hampir semua sektor. Mungkin ini yang buat saya makin ingin belajar, akhirnya banyak inovasi juga yang telah saya lakukan,” cerita Ruth.

Sementara itu, Alfredo Hernandez yang juga bekerja sebagai data scientist pada perusahaan pembuat game di London memberikan wawasan bagaimana data science diaplikasikan di perusahaannya dalam bincang daring ini. Narasumber lainnya, Onno W. Purbo menjelaskan prinsip data science dalam keseharian. Dirinya mencontohkan google yang dapat merekam seluruh aktivitas kita.

Contoh lainnya,  Onno menyebutkan ketika bagian pemasaran ingin mengetahui apakah produknya disukai atau tidak di pasaran, biasanya mereka melakukan survei, dimana semua data di media sosial dapat diambil melalui internet dan dianalisis.

Sebagai informasi, bagi yang tertarik untuk mempelajari bidang ini, FSM UKSW masih membuka pendaftaran. Untuk tahun akademik 2020/2021, Program studi S1 Matematika dibuka hingga 19 September 2020 sedangkan prodi S2 Data Sains dibuka setiap semester dengan menghubungi Saudari Nuke melalui nomor 0856-4048-3072. (hap_fsm/chis/upk_bpha/foto:istimewa).