Kurangnya kesempatan untuk memulai karier berbisnis membuat Evy Soenarjo memutuskan memilih bekerja pada 25 tahun silam. Usai diwisuda dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) tersebut mengambil peluang bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Sepenggal pengalaman Evy tersebut dibagikan pada ratusan peserta seminar online “Karir di Era New Normal, Jadi Pengusaha atau Pekerja?” yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen FEB, belum lama ini.

Evy mengungkapkan saat ini pilihan untuk berbisnis dengan mudah dapat dilakukan oleh fresh graduate bahkan sejak masih sekolah. Memulai karier baik itu menjadi pengusaha atau bekerja, menurut Evy juga membutuhkan persiapan. Peluang dikatakannya datang tanpa dapat diprediksi, namun apabila telah membekali diri dengan berbagai persiapan maka peluang dapat dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, berada di generasi ini, mau tidak mau harus melek teknologi dan mau belajar hal-hal baru, serta membekali diri dengan berbagai kemampuan menggunakan deviceuntuk mempermudah pekerjaan.

Dirinya mencontohkan, hal sederhana seperti memiliki kemampuan mengetik sepuluh jaripun akan memberi sumbangan besar saat bekerja.

“Pandemi jangan menjadi hambatan dan membuat tidak mau berkembang. Kita justru harus semakin gesit untuk berkarya.  Dunia tidak akan berhenti berputar hanya untuk menunggu anda siap. Persiapkanlah apa yang menjadi rencanamu, kemudian mulailah dengan kesuksesan kecil, dan perlu kita sadari bahwa ketika kita berlambat-lambat untuk melangkah pasti akan ada gangguan-gangguan untuk mengalihkan fokus kita, maka dari itu make your self ready,” pesan Evy pada seluruh peserta.

Presiden Direktur PT. Global Teleshop,Tbk ini juga sempat menyinggung beberapa standar kesuksesan yang cukup diyakini oleh kalangan masyarakat kita. Seperti misalnya life stages yang dibuat oleh masyarakat namun nyatanya tidak semua orang memiliki tahapan kehidupan yang sama dengan standar-standar tersebut.

“Kita tidak harus mengikuti standar-standar kehidupan orang lain, kembalilah ke diri sendiri. Apa yang sedang kalian rencanakan saat ini bahkan untuk masa depan, lakukanlah. Saya tahu pandemi ini tidak mudah, tapi di satu sisi kita melihat pandemi ini suatu hal yang baik ya, karena saat ini siapapun kita baik ‘besar’ atau ‘kecil’ start-nya sama,” jelas Evy.

Adapun sebagai narasumber kedua dalam diskusi ini adalah Direktur Utama PT. Kalbe Farma,Tbk, Vidjongtius. Memulai kariernya sejak tahun 1990 pada bagian Financial and Accounting Departement, kini genap 30 tahun dirinya berkarya dan sejak tahun 1997 Vidjongtius telah menempati posisi Direktur.

Miliki Passion

Dirinya bertutur, kunci utama untuk dapat bertahan dan mengembangkan karier di suatu pekerjaan adalah dengan memiliki passion atau minat. Semakin besar minat tersebut, maka semakin besar pula keinginan seseorang untuk melakukan yang terbaik ketika bekerja.

Menurutnya, passion akan menjadi dorongan yang memotivasi seseorang ketika menghadapi masa-masa sulit selama bekerja. Vidjongtius juga menekankan bahwa disiplin, jujur, inisiatif, tanggung jawab, dan ulet merupakan semangat yang jika diterapkan akan memberi dampak yang luar biasa bagi kehidupan.

“Mindset kita juga harus siap berubah, jika sebelum pandemi kita belajar secara tatap muka, saat ini kita harus belajar secara online. Bukan berarti kita santai-santai, tetapi kita benar-benar belajar dari rumah dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Kuasai kompetensi, belajar bisa darimana saja dengan menggunakan internet. Tantangan pasti banyak, tapi harus semangat, ” jelas Vidjongtius.

Di akhir penyampaian materinya, Vidjongtius juga menjelaskan beberapa hal terkait sejumlah adaptasi yang perlu dilakukan ketika berada pada era digital. Beberapa diantaranya seperti mempercepat pola pikir digital pada sumber daya manusia, transformasi ke ekosistem digital & multi-sektor, meningkatkan R&D serta memperkuat strategi kolaborasi. Guna mewujudkannya Vidjongtius membagikan tiga kunci utama yaitu self discipline, continuous learning, serta action.

Ir. Lieli Suharti, MM.,Ph.D., selaku koordinator sekaligus moderator acara ini menyebut bahwa webinar diselenggarakan untuk menjadi pemantik semangat mahasiswa menyambut kegiatan belajar mengajar di semester yang baru. Peserta yang merupakan mahasiswa jenjang S1 hingga S3 prodi manajemen ini diharapkan dapat memperoleh manfaat dengan pengalaman yang dipaparkan oleh dua narasumber di atas.