Menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia  dan Siberkreasi; Pusat Studi Komunikasi, Budaya dan Literasi Media (Kayalidi) dan Lembaga Layanan Kemahasiswaan (LLK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar webinar bertajuk Mahasiswa Indonesia Makin Cakap Digital “Kecanduan Digital : No! Kreatif dan Produktif Yes!” belum lama ini.

Menghadirkan 3 pembicara yang sudah mumpuni dibidangnya, acara yang diikuti ratusan mahasiswa baik dari dalam maupun luar UKSW di ruang virtual ini dimoderatori oleh Berta Esti Ari Prasetya, S.Psi., M.A yang juga Dekan Fakultas Psikologi UKSW.

Ketiga pembicara tersebut adalah Koordinator Literasi Digital Kominfo Rizki Ameliah, Ketua Pusat Studi Kayalidi Dr. Rini Darmastuti, M.Si., dan Public Figure Febriyan Nindyo. 

Membuka sesi paparan pembicara, Rizki Ameliah mengungkap sejumlah fakta seputar penggunaan media sosial di Indonesia. Media sosial yang aktif tercatat ada 170 juta atau 62% dari total populasi.

“Rata-rata penggunaan media sosial per harinya sekitar 3 jam 14 menit. Hal ini berbanding lurus dengan konten negatif di internet yang juga terus meningkat. Karena itulah diperlukan literasi digital yang baik sehingga tercipta masyarakat yang cakap digital,” paparnya.

Rizki berharap kegiatan kolaborasi seperti ini berlanjut ke depan mengingat pemerintah mentargetkan 50 juta orang dapat dijangkau untuk mempercepat transformasi digital sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Bagaimana dengan kampus?

Sementara itu, Rini Darmastuti yang juga Ketua Program Studi Humas di UKSW mengupas tentang Mahasiswa Indonesia Makin Cakap Digital “Produktif dan Kreatif Yes!”. Menurut Rini Darmastuti, dengan terjadinya transformasi digital juga membuat adanya transformasi budaya. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Rini Darmastuti menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain dengan menumbuhkan perilaku dan budaya dalam transformasi digital, menguasai teknologi menuju transformasi dan juga menerapkan prinsip creative minority dengan menggunakan media digital untuk menghasilkan karya yang kreatif.   

“Selain itu kita juga perlu mengadakan kegiatan literasi digital, bekerjasama dengan pihak luar salah satunya dengan Kominfo. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memberikan materi literasi digital  untuk mahasiswa baru melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru atau OMB dan juga kegiatan  dalam pelatihan kepemimpinan,” imbuhnya.

Senada, Febriyan Nindyo seorang musisi yang tergabung dalam grup musik HiVi juga mengajak peserta untuk menggunakan internet dan media sosial sebaik mungkin dan bijaksana.

“Ayo kita jadi bagian dari orang-orang yang menggunakan internet dengan baik dan bertanggungjawab, karena semua cerita kita ada disitu. Kita bisa menyampaikan pendapat atau kritik, tetapi sampaikan dengan baik dan bertanggungjawab,” ajaknya. 

Tak ketinggalan, vokalis HiVi ini juga mengingatkan agar kita mengenal sunguh-sungguh media sosial, kelebihan dan kekurangannya sehingga bisa menggali potensi dan berkarya melalui media sosial. 

“Caranya, tujuan kita harus jelas supaya lebih terarah. Tak lupa juga perlu melakukan riset, menentukan tim, kemudian eksekusi, dan jangan lupa evaluasi,” pesannya.

Pembantu Rektor 3 UKSW Bidang Kemahasiswaan Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs., menyambut baik kegiatan ini. Dikatakannya, kampus UKSW mempunyai tanggung jawab untuk membawa mahasiswa kearah yang lebih baik dan membekalinya agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak. 

“Dari kegiatan ini, mahasiswa bisa mendapatkan banyak pengetahuan sehingga menjadi generasi yang bertanggungjawab dalam memproduksi dan mengkonsumsi media sosial dengan baik,” katanya. 

Semuel A. Pangerapan, B.Sc, Direktur Jenderal Aptika Kementerian Kominfo juga menyambut baik kegiatan ini. Dikatakannya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan mengajak banyak pihak bekerjasama. Literasi digital ini disampaikannya adalah kunci dan landasan yang harus dimiliki untuk menciptakan masyarakat digital Indoneisa yang lebih baik lagi. (upk/chis/rh_humas).