Membangkitkan Jiwa Entrepreneur di Era New Normal menjadi tema yang diangkat pada webinar yang digelar oleh Fakultas Biologi, Jumat (2/10). Webinar yang diikuti oleh 362 peserta tersebut merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-58 Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana  (UKSW).

Turut hadir dalam webinar Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. dan Dekan Fakultas Biologi Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc. Ucapan syukur atas penyertaan Tuhan disampaikan oleh Rektor UKSW dalam sambutannya, karena tepat tanggal 2 Oktober kemarin Fakultas Biologi menapaki usia barunya 58 tahun.

“Sejalan dengan perkembangan sains yang ada, universitas juga terus bertransformasi untuk memasuki fase perkembangan sebagai universitas yang entrepreneurial. Perkembangan ini menuntut kita untuk tidak hanya mengembangkan sains, tetapi bagaimana sains juga berdampak pada kehidupan. Saya kira ini juga menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita semua khususnya sebagai komunitas ilmu pengetahuan, bagaimana kita membawa sains ke sektor-sektor yang ada dan sektor di dalam masyarakat. Oleh sebab itu, kita membutuhkan wawasan dan pandangan dari banyak pihak agar sains bisa diterapkan dalam kehidupan,” papar Neil Rupidara.

Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc berharap agar lewat pembicara yang hadir dapat membangkitkan jiwa entrepreneur yang juga mereka gagas sebagai salah satu bidang minat di Fakultas Biologi yaitu bioentrepreneur.

“Gabungan antara basic sains dan keterampilan di dalam riset dalam ilmu kehidupan, dalam manajemen bisnis dan juga keterampilan praktis dalam wirausaha tentu harus kita sepakati untuk dijalankan agar bisa mencapai moto Fakultas Biologi yaitu “Biology For A Better Life”.  Dimana hal tersebut merupakan konsep dasar Biologi, yang bisa mengangkat kita semua menerapkan ilmu-ilmu yang dipelajari ke dalam ranah yang lebih nyata,” imbuhnya.

Harus mau diproses

Dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting, dua narasumber ahli dihadirkan dalam webinar tersebut, yaitu Direktur Marifood Group Harjanto Halim, M.Sc dan Anggota Dewan Pakar Synergy Entrepreneur Academy Dr. Harris Turino, M.Si., M.M.

Menjadi seorang entrepreneur tidak dihasilkan dari proses yang mudah dan sebentar. Harjanto Halim menekankan tiga kata, yaitu menjalani, menata dan berjuang ketika menyinggung entrepreneur. Disampaikannya, kompetisi di bidang teknologi mengalami perkembangan pesat dimana salah satunya ditandai dengan lahirnya banyak startup.

“Saat ini inovasi yang hebat terus bermunculan, oleh sebab itu saya pikir saat ini dibutuhkan inovasi yang tidak biasa serta ide-ide yang out of the box. Ide tidak harus yang besar, ide yang sederhana jika kita berani untuk mencoba akan menghasilkan karya yang luar biasa. Tentunya kita harus mau diproses; gagal ya coba lagi. Menjadi sukses membutuhkan proses yang panjang, ibarat seorang bayi ketika dia lahir secara bertahap dia belajar dari merangkak sampai berjalan, dia tidak lahir dan langsung bisa meloncat,” jelasnya.

Berada di era new normal, pria kelahiran Semarang tersebut menambahkan bahwa perlu ada keseimbangan antara jiwa leadership dan juga kemampuan dalam manajemen. Harjanto mengajak mahasiswa yang hadir untuk tidak terjebak dalam comfort zone yang membuat mereka menjadi sulit bertumbuh, memiliki etos kerja dan integritas.

Tidak ada pil sukses

Sebagai pembicara kedua, Alumni Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW Dr. Harris Turino, M.Si., M.M bahwa seorang entrepreneur mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain dan menjadikannya sebagai peluang bisnis. Lantas bagaimana membangkitkan jiwa entrepreneur?

“Kita harus berhenti dari rutinitas, bukan berarti anda malah leyeh-leyeh, tetapi berhenti untuk kemudian merenung, atau jalinlah relasi dengan orang disekitar anda. Bangunlah networking, hal tersebut akan melahirkan potensi untuk menjadi peluang bisnis,” imbuhnya.

Berbicara mengenai peluang bisnis bagi seorang biopreneur, Harris menggiring peserta untuk bisa melihat peluang yang ada disekitar mereka, dan tidak mudah menyerah.

Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses tidak ada obat atau pil yang kemudian kita minum dan kita menjadi sukses, semuanya memerlukan proses, dan teruslah berusaha,” tegasnya.