Memperingati Dies Natalis yang ke-60,  Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar acara Expo UMKM Salatiga dan sekitarnya. Expo ini merupakan salah  satu cara FEB UKSW dalam melakukan pengabdian masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM. Rabu, (4/12) sejumlah UMKM terlihat bersiap menjual produknya dalam pagelaran expo yang diadakan FEB UKSW. Acara ini berlangsung di  Balairung UKSW dan Selasar Balairung dan diikuti oleh 30 UMKM dari Salatiga dan sekitarnya.

Ketua panitia kegiatan dies natalis, Yefta Andi Kus Noegroho, SE., M.Si., Akt., CMA.  mengungkapkan bahwa kegiatan expo ini dilakukan untuk memaknai bidang ilmu yang selama ini dipelajari.

“Kegiatan Expo UMKM ini dilakukan untuk memaknai bidang ilmu kami, yaitu bidang bisnis. Kami mau menampilkan, inilah salah satu wujud nyata memaknai bidang ilmu kami, yaitu bisnis, bagaimana kegiatan bisnis berlangsung,” katanya.

Sesuai dengan tema dies natalis tahun ini yaitu bertumbuh dan berakar, lebih lanjut Yefta Andi mengatakan ibarat sebuah pohon, tidak hanya bertumbuh ke atas namun juga harus memiliki akar yang kuat sehingga bisa menghasilkan buah atau karya yang baik bagi bidangnya.


Tidak hanya menampilkan produk UMKM saja, expo ini juga menyediakan klinik konsultasi UMKM yang dilayani oleh para dosen FEB. Klinik konsultasi ini dilakukan untuk membantu memberikan konsultasi kepada pelaku usaha UMKM berkaitan dengan pajak UMKM, fengsui, branding, start-up, bussiness plan, akses permodalan perbankan, serta perencanaan keuangan.

Berbagai UMKM

Kegiatan expo UMKM ini diikuti oleh berbagai jenis UMKM seperti baju, pernak-pernik dan berbagai macam kuliner serta minuman yang sedang digemari anak muda. Ismoyo,  salah satu satu pemilik UMKM dari Salatiga yang bergerak dibidang kerajinan tas, dompet batik dan madu mengatakan bahwa dirinya mengikuti expo ini agara usahanya lebih dikenal khususnya di kalangan mahasiswa. Selain itu, Ismoyo juga memanfaatkan klinik konsultasi UMKM untuk mendapatkan informasi seputar permodalan dan prosedur peminjaman dana usaha dari bank. Senada, Wiwin pemilik UMKM makanan bakaran dan thai tea mengungkapkan bahwa dengan mengikuti ekspo ini, penjualannya meningkat dan usahanya semakin dikenal orang.

Kegiatan expo UMKM tidak hanya mendapat sambutan positif bagi pelaku UMKM, namun juga disambut antusias oleh para pengunjung. Niken, mahasiswa Fakultas Hukum UKSW yang datang bersama teman-temannya mengaku senang diadakan expo seperti ini di UKSW.


“Senang sekali ada expo seperti ini, karena banyak sekali jenis kulinernya, biasanya kan anak kuliah ribet kalau mau beli jajanan seperti ini tempatnya jauh, tapi karena ada expo ini kita jadi lebih mudah belinya,” kata Niken.

Tidak hanya menarik minat mahasiswa UKSW expo ini juga disambut antusias Lilis dan putrinya siswa SMP Kristen Satya Wacana, mengaku senang ada expo di UKSW. Dirinya terlihat menenteng barang belanjaannya berupa baju dan makanan yang dibeli dari salah satu UMKM “Senang ada expo ini karena terdapat banyak jenis kuliner, saya harap untuk selanjutnya jenis UMKM lebih barvariasi seperti ditambahkan UMKM pernak-pernik atau aksesori,” terangnya.

Terkemuka di ASEAN

Ditemui disela acara, Dekan FEB UKSW Roos Kities Andadari, S.E., M.B.A., Ph.D. mengungkapkan usia 60 tahun bukanlah usia yang muda bagi FEB UKSW. Diusianya sekarang FEB UKSW ingin mencapai visi misinya, yaitu menjadi terkemuka di ASEAN.

“Globalisasi menjadi tantangan kita ke depan. Karena  itu kita perlu mengukur kemampuan diri. Menghadapi tantangan digitalisasi,  FEB tahun ini menerapkan digital teaching dan learning dengan berkolaborasi dengan John Wiley, yaitu publisher e-book,” ungkap Dekan FEB UKSW ketika disinggung langkah terbaru fakultasnya.

Kegiatan lainnya

Selain dengan kegiatan bisnis melalui Expo UMKM yang berlangsung hingga hari ini (5/12), acara dies natalis FEB ke-60 juga dirayakan dengan Alumni Fest yang dikemas dengan tema Satu Jiwa Beda Cerita, digelar Kamis (5/12) di Gedung FEB.


ini merupakan upaya FEB untuk tetap terkoneksi dengan alumninya, dimana nantinya alumni yang hadir akan memberikan sharing tips sukses masuk di dunia industri.


Rangkaian kegiatan dies natalis FEB UKSW ke-60 akan ditutup dalam ibadah syukur pada sore ini di Balairung UKSW. Ibadah syukur ini akan akan dipimpin oleh Pdt. Daniel Istiyobudi dari GKMI. (ars_jurkam/upk_bpha/foto:lvn, dokumentasi FEB)