Pembukaan pintu pertama kali oleh Pembantu Rektor I Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Dr. Iwan Setyawan menjadi tanda peresmian ruang belajar mandiri Perpustakaan O. Notohamidjojo, akhir November lalu. Didampingi Direktur Perpustakaan O. Notohamidjojo Drs. Darmanto, M.Hum; Dr. Iwan Setyawan meresmikan ruang belajar mandiri yang ada di lantai 6. Terdapat 12 ruang belajar mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan.

Ruang belajar mandiri dilengkapi dengan beberapa perlengkapan yang menunjang mahasiswa seperti meja, kursi, alat penerangan, AC, pantry dan juga dispenser.  

“Bagi yang ingin memanfaatkan ruang belajar mandiri, bisa langsung mendaftar dengan sistem berbayar. Pemakaiannya sama dengan jam layanan perpustakaan. Untuk saat ini kami memprioritaskan untuk mahasiswa S3 terlebih dahulu,” terang Drs. Darmanto, M.Hum.

Dr. Iwan Setyawan yang ditemui disela peresmian mengungkapkan bahwa ruang belajar mandiri yang baru saja diresmikan merupakan salah satu bentuk pengembangan fasilitas di Perpustakaan O. Notohamidjojo.


“Penambahan dan perbaikan beberapa fasilitas di perpustakaan menjadi salah satu perhatian kita saat ini. Dari awal Pimpinan Universitas ingin perpustakaan menjadi jantungnya universitas. Dengan adanya pengembangan fasilitas seperti ini diharapkan perpustakaan akan semakin nyaman, dan meningkatkan kunjungan,” katanya.


Rangkaian dies

Peresmian ruang belajar mandiri beberapa waktu lalu menjadi bagian dari rangakaian peringatan Dies Natalis ke-63 Perpustakaan Notohamidjojo. Mengangkat tema “Hikmat Pengetahuan adalah Anugerah Tuhan”, sebelumnya, telah diadakan berbagai kegiatan seperti ibadah syukur, sarasehan dan juga Training of Trainers Literasi Informasi.

Ibadah syukur diikuti oleh Pembantu Rektor I, pimpinan dan staf perpustakaan, cleaning service dan juga para pemenang lomba selfi dan vlog dies natalis perpustakaan, serta sejumlah undangan lainnya. Sementara itu, pelatihan literasi informasi mendatangkan Dhama Gustiar Baskoro, S.S., M.Pd Kepala Perpustakaan Johannes Oentoro Universitas Pelita Harapan.

Dipaparkan Drs. Darmanto, M.Hum pelatihan yang diadakan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan staf perpustakaan.

“Dalam dies ini kami mengundang seorang tutor untuk melatih kami literasi informasi. Diharapkan staf yang mengikuti pelatihan bisa menjadi asisten dosen atau user lainnya ketika mereka membutuhkan informasi saat melakukan penelitian. Sehingga pustakawan bisa mempermudah dan mempercepat penelitian,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa pustakawan juga harus mempunyai misi pribadi, yaitu ikut menciptakan pengetahuan.

“Tidak harus membuat sendiri tetapi ketika dia membantu dosen atau mahasiswa meneliti, mencari informasi; itu sudah terlibat dalam menciptakan pengetahuan. Ke depan harapannya pustakawan tidak hanya melayani saja tetapi juga ikut mengelola,” imbuhnya. (upk_bpha/foto:gde).