Kemeriahan sebuah acara peringatan dies natalis berganti dengan suasana khidmat saat diadakan di tengah kondisi pandemi. Bila sebelumnya pertemuan diadakan secara langsung bahkan mengadirkan sosok-sosok pendahulu yang berperan dalam pendiriannya, kini acara dibuat terbatas dalam pertemuan virtual saja.

“Kita wajib mengucap syukur kepada Tuhan karena ditengah kondisi pandemi seperti ini masih diberikan kesempatan untuk memperingati dan merayakan Dies Natalis ke-17 Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Terimakasih kepada seluruh civitas akademika yang sudah berkarya hingga sekarang, secara khusus bagi para pimpinan fakultas, mahasiswa, para pendiri lembaga ini, pimpinan terdahulu, dan tentunya bagi semua yang telah banyak berkontribusi dan berjasa,” tutur Dekan FTI Dr. Wiwin Sulistyo, ST., M.Kom. dalam sambutannya, Rabu (30/9) kemarin. 

Ibarat mendapatkan sebuah hadiah di hari bahagia, Wiwin Sulistyo juga menyampaikan bahwa FTI UKSW tahun ini memperoleh beberapa kabar bahagia. Beberapa diantaranya yaitu sejumlah dosen yang kembali berkarya usai menyelesaikan studi S3, capaian jabatan fungsional untuk dosen, hingga diraihnya hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Terkait hibah MBKN, dari enam program studi di UKSW yang terpilih disampaikan empat prodi diantaranya berasal dari FTI yaitu S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Desain Komunikasi Visual, dan S1 Hubungan Masyarakat.

Adapun saat ini FTI juga tengah berjuang untuk membuka dua prodi baru guna menjawab kebutuhan kedepan dalam perkembangan keilmuan dan teknologi. Hal ini harus secara cepat diadaptasi sebagai bagian dari perguruan tinggi yang menyediakan tenaga ahli yang kompeten.

Salah satu pendiri FTI UKSW Prof. Ir. Danny Manongga, M.Sc., Ph.D., turut memberikan sambutan dalam acara yang mengusung tema “Tuhanlah penolongku” ini.  Menurut beliau meski dari segi usia yakni 17 tahun masih tergolong muda, namun secara kiprah FTI telah memiliki banyak prestasi dan capaian-capaian besar.

Ditengah sengitnya persaingan antar perguruan tinggi saat ini terlebih di tengah kondisi pandemi Prof. Ir. Danny Manongga mengatakan perlu upaya dari semua pihak untuk tetap dapat berdiri di garis depan.

Hadapi Tantangan

“Ditengah persaingan antar perguruan tinggi, hal ini merupakan tantangan yang cukup besar bagi kita. Oleh sebab itu kita perlu bekerja sesuai etos kita yaitu kritis, kreatif, dan inovatif (K2I). Tanpa kritis kita tidak akan dapat peka terhadap perkembangan-perkembangan yang ada di lingkungan kita, kita tidak peka terhadap perkembangan ilmu dan teknologi, tetapi kritis saja tidak akan memberi apa-apa tanpa diikuti dengan usaha kreatif dan inovatif,” tegas Dekan pertama FTI UKSW ini. 

Adapun dalam peringatan dies natalis melalui aplikasi Zoom Meeting diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, staf hingga alumni dan disiarkan melalui channel Youtube. Turut menjadi rangkaian dalam acara ini yakni ibadah ucapan syukur serta penandatanganan kerjasama antara FTI UKSW dengan PT. Anabatic Digital Raya dan ESRI Indonesia.

Mewakili PT. Anabatic Digital Raya, penandatangan kerjasama dilakukan oleh Chief Human Capital, Tiurida Hutabarat. Adapun penandatangan kerjasama dengan PT. Esri Indonesia dilakukan langsung oleh Dr. Achmad Istamar selaku CEO didampingi Industri Lead in Geo- Artificial Intelligence of Esri Indonesia Muhamad Ramdhani Fajri.

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan sehingga PT. Esri Indonesia bisa menjadi bagian dari perwujudan tridarma perguruan tinggi sekaligus berkontribusi dalam pemanfaatan GIS bagi komunitas akademik dan juga smart community di Indonesia khususnya di lingkungan UKSW. Dengan kerjasama hari ini saya berharap akan semakin banyak karya-karya dari UKSW untuk komunitas, masyarakat Indonesia, bahkan karya berskala dunia,” tutur Dr. Achmad Istamar.