Memeriahkan rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) menggelar acara kuliah umum “Hello Society 5.0: This is Disruption, Start Up Your Mind!”, Rabu (20/11) di Balairung Universitas. Ketua program studi Ilmu Komunikasi Budhi Widi Astuti, S.I.Kom., MA. mengungkap melalui kegiatan ini mahasiswa didorong untuk siap dalam menghadapi perubahan teknologi digital di era industry 4.0 serta society 5.0.

Hadir sebagai pembicara utama kegiatan ini adalah Direktur VoA Jakarta Ir. Agus Sunarto, S.H., M.T.I. Dalam paparannya, Agus Sunarto memaparkan tentang tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi sekarang ini tidak hanya bersaing dengan lulusan dari perguruan dalam negeri tetapi juga tetapi juga dengan lulusan perguruan tinggi asing. Yang terpenting adalah bagaimana menyelaraskan kebutuhan dunia industri dan supplai lulusan kampus ke dunia industri.

Kurikulum aplikatif

“Pemain media sekarang ini bukan hanya industri besar melainkan juga individu pembuat konten. Merekah yang menjadi pesaing media mainstream. Karena itulah perlu dipikirkan kurikulum yang sifatnya aplikatif, yang sesuai dengan perkembangan dunia digital saat ini,” katanya.


Ditambahkan Agus Sunarto, dalam hal ini bukanlah soal kalah atau menang, tetapi perlombaan inovasi.

“Inovatif bukan hanya asal beda, tetapi punya identitas kuat yang kreatif,” imbuhnya.

Selain pembicara utama, turut hadir juga Digital Media Lead Voice of America Dian Agustin Widyastuti, M.Si dan Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi, Dr. Muhamad Sulhan, M.Si.

Paparan riset

Disela berlangsungnya kuliah umum, dengan format obrolan santai juga dipaparkan riset kolaborasi dosen FISKOM terkait industry 4.0 dan society 5.0. Dimulai dari paparan penelitian yang berjudul Expectations and Anxiety of Millenial Generation towards Society 5.0 oleh Sampoerno, S.Pd., M.Si dan Seto Herwandito, M. I., Kom. Penelitian ini mengupas tentang harapan dan kecemasan generasi milenial terhadap industry 4.0. Akan menjadi sebuah harapan bagi mereka yang melek dan siap memanfaatkan perubahan, sebaliknya akan jadi kekhawatiran bagi mereka yang kurang mengerti dan tidak siap.

Salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan oleh content creator/Youtuber Yoseph Hermanto yang juga merupakan salah satu narasumber tamu. Yoseph menyadari peluang Youtube sebagai salah satu platform yang bisa ia manfaatkan untuk mendistribusikan konten yang ia buat. Contoh lainnya, adalah hasil penelitian dosen Budhi Widi Astuti, S.I.Kom., MA.

 “Salah satu strategi manajemen Bravos Digital Radio Jakarta dalam hal distribusi konten adalah dengan memanfaatkan Youtube untuk mendistribusikan konten siaran mereka serta untuk mendapatkan audience extra dan branding yang manfaatnya untuk mendukung radio konvensionalnya,” papar Budhi Widi Astuti, S.I.Kom., MA.  tentang hasil penelitiannya yang berjudul “Radio Management Strategy in Convergence Era: A Case Study of Bravos Digital Radio Jakarta”.

Penelitian lainnya yang juga dikupas dalam acara ini berjudul A Critical Narrative of the Anderson Theory of Imagined Community: An Indonesian Perspective” karya Pratiwi  Cristin  Harnita,  S.Sos.,  M.I.Kom. Satu penelitian lainnya adalah hasil karya Pratiwi Cristin Harnita, S.Sos, Dewi  Kartika  Sari,  S.Sos.,  M.I.Kom  keduanya dosen FISKOM dengan Prof. Dr. Jamilah Hj. Ahmad dari Universiti Sains Malaysia yang berjudul “Cyber Nationalism in Indonesia and Malaysia Perspectives”.

Kerjasama

Di akhir sesi, dilakukan dua penandatanganan ikatan kerja sama antara FISKOM UKSW dengan Voice of America Jakarta Office, Kerjasama ditandatangani oleh Dekan FISKOM Dr. Ir. Royke R. Siahainenia, M.Si. dan Direktur VOA Office Jakarta Ir. Agus Sunarto, S.H., MTI. Selain itu juga ditandatangani ikatan kerja sama antara ASPIKOM dengan FISKOM UKSW. Kerja sama ini terkait penguatan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.


“Saya berharap bahwa ikatan kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas kinerja tridarma perguruan tinggi, baik yang dilaksanakan oleh dosen kami maupun kolaborasi dengan mahasiswa kami,” kata Di. Ir Royke tentang harapannya atas ditandatanganinya kerjasama ini. 


(ilkom/upk_bpha/foto:lvn_jurkam dan dokumentasi panitia).