Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengadakan Financial Planning Workshop, Selasa (26/07/2022). Workshop yang diadakan di ruang G 505 UKSW ini mengundang Patrick Williams, seorang Certified Financial Planner (CFP) dari Pennsylvania sebagai pembicara.

Caecilia Tri Wahyanti, S.Pd., M.A. selaku Kepala BPSDM UKSW mengungkapkan bahwa workshop ini adalah bagian dari kegiatan untuk mendukung kesejahteraan pegawai UKSW dalam menghadapi masa pensiun. Disampaikannya, workshop yang lahir dari kerjasama dengan Mennonite Central Committee (MCC) diikuti oleh dosen dan pegawai UKSW. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta dengan usia lebih dari 40 tahun.

“Berawal dari beberapa masalah seperti karyawan yang tidak menginginkan kontribusi maksimal dan juga keprihatinan mengenai kesenjangan pendapatan ketika masih aktif dan sudah tidak aktif bekerja menjadi latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini,” imbuh Caecilia. 

Pihaknya berharap dari workshop ini, Dana Pensiun Satya Wacana (DPSW) menjadi lebih terbuka terhadap alternatif pengembangan dana sehingga tidak bergantung pada kontribusi peserta. Selain itu, pegawai atau penerima manfaat pensiun terbuka terhadap alternatif sumber pendapatan di luar uang pensiun, dan secara umum pegawai yang telah pensiun mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera. 

Sehari sebelumnya, Senin (25/07/2022) disampaikan Caecilia telah digelar pertemuan antara Patrick Williams dan para pemangku kepentingan baik di aras universitas maupun Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E., perwakilan YPTKSW, karyawan DPSW, dan pimpinan UKSW.

Dalam workshop yang digelar, Patrick menyampaikan tema Investments and Financial Planning yang terbagi dalam dua sesi. Dalam sesi-sesi ini, Patrick menjabarkan langkah-langkah untuk merencanakan keuangan yang dimulai dari menentukan posisi keuangan, menentukan target keuangan, menentukan alternatif tindakan yang bisa dilakukan, mengevaluasi tindakan yang dilakukan, mengambil tindakan atas alternatif yang telah dibuat hingga mengulas serta mengevaluasi rencana keuangan.

Patrick juga mengajak peserta workshop untuk membuat perencanaan keuangan dan mengambil langkah yang tepat melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya. Beberapa pertanyaan diantaranya seperti perbedaan pendapatan saat bekerja dan pensiun, pilihan bisnis dan investasi berhasil memancing para peserta.

Mulai lebih awal

Patrick menambahkan semua hal dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan, kondisi serta tujuan perencanaan keuangan para peserta. “Lebih awal seseorang melakukan perencanaan keuangan dan melakukan perencanaan tersebut sebelum pensiun maka akan cenderung lebih baik hasilnya,” tegas Patrick.

Suzana Maria, L.A.F., M.Hum., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UKSW yang menghadiri acara ini dengan antusias menyatakan ingin memiliki kesiapan untuk mengelola dan mengembangkan dana yang dimiliki untuk persiapan masa pensiun. 

“Pelatihan-pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi karyawan untuk menyiapkan mental sebelum masa pensiun dan memiliki perencanaan untuk mengatur keuangan mereka. Ini adalah fasilitas yang diberikan UKSW untuk memberikan pengetahuan kepada karyawannya supaya dapat mempersiapkan diri mereka. Akan lebih baik jika pelatihan ini dapat diberikan wajib bagi seluruh peserta dan karyawan,” tutur Suzana.  

Senada, Imanuel Susanto, S.Si., juga mengungkapkan ketertarikannya mengikuti workshop ini karena dapat menambah wawasan tentang perencanaan keuangan setelah pensiun dari perspektif seorang perencana keuangan.

“Saya ingin mengetahui pemetaan rencana keuangan seperti apa yang harus direncanakan dan ternyata ada keselarasan antara beberapa tindakan yang telah saya ambil untuk mempersiapkan masa pensiun dengan apa yang disampaikan Patrick Williams,” imbuhnya.

Dalam mempersiapkan rencana keuangan, Mas Santo panggilan akrab tenaga kependidikan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW yang pernah menjuarai lomba Tenaga Pengelola Keuangan Berprestasi ini mengungkapkan bahwa pengetahuan ini sangat berguna karena penting untuk menyiapkan rencana keuangan di masa pensiun. Ditambah, workshop ini juga memberikan wawasan untuk mempersiapkan mental yang harus siap dalam kondisi apapun.