Program studi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Joint Conference on Chemistry (JCC) ke-15 (The 15th JCC), 9 September lalu. Seminar ini merupakan agenda tahunan Konsorsium Program Studi Kimia dari lima universitas besar di Jawa Tengah yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan UKSW. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, The 15th JCC diadakan dalam bentuk virtual karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia.

Dra. Hartati Soetjipto, M.Sc ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh pembicara utama (keynote speaker) dan peserta dari berbagai instansi di Indonesia, Malaysia, Jepang, Taiwan, dan Vietnam.

“Pembantu Rektor I UKSW Dr. Iwan Setyawan membuka secara resmi seminar dan diikuti opening remarks dari ketua panitia The 15th JCC, Dekan Fakultas Sains dan Matematika UKSW Dr. Adi Setiawan, M.Sc dan Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Pusat Dr. Muhamad Rafi,” terangnya.

Mengangkat tema “On the Chemistry Application in Supporting Green and Sustainable Development”, webinar ini menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.   Keempat pembicara tersebut adalah Prof. Dr. Hadi Nur (University Teknologi Malaysia) Malaysia yang menyampaikan tentang hubungan sktruktur, sifat fisik dan aktifitas fotokatalitik dari TiO2 yang dapat diprediksi dengan menggunakan Density Fungctional Theory (DFT) dan Fuzzy Logic Graph Analysis;  Tatas H.P. Brotosudarmo, Dipl. Chem. Ph.D. (Ma Chung Research Center for Photosynthetic Pigments, Universitas Ma Chung) Indonesia, berbicara tentang karotenoid dari beberapa beberapa spesies eksotis yang ada di Indonesia.

"Dua pembicara lainnya adalah Hidetoshi Sato, Dr. of Sci. dari Kwansei Gakuin University Jepang yang berbagi tentang deteksi cepat virus yang menyerang manusia dengan menggunakan spektroskopi Raman dan Prof. Ming-Kang Tsai dari National Taiwan Normal University Taiwan dengan materinya tentang model komputasi reaksi reduksi elektrokimia CO2 menggunakan material berbasis Cu,” imbuh Dra. Hartati Soetjipto, M.Sc.

 Dalam seminar kali ini juga dipaparkan 60 hasil penelitian dari berbagai negara di Indonesia, Malaysia dan Vietnam yang terbagi dalam kelas paralel yang meliputi bidang Environtment, Energy, and Material; Analytic and Computational; Organic, Natural, and Education.

 “Melalui kegiatan JCC ini, diharapkan akan terbangun sharing knowledge dan kolaborasi antar peneliti dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang kimia dan bidang dan bidang terkait lainnya,” tegas  Dra. Hartati Soetjipto, M.Sc.

Acara ini ditutup dengan serah terima kepanitiaan JCC. JCC ke 16 (The 16th JCC) akan dilaksanakan pada tahun 2021 di UNSOED, berkolaborasi dengan UNDIP, UNNES, UNS, dan UKSW.