Berbagai kegiatan bagi mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam rangka Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) masih terus digelar. Salah satunya adalah kompetisi dari bidang teknologi informasi dan komunikasi yang diselenggarakan melalui acara bertajuk Gemastik.

Gemastik yang merupakan Pagelaran Mahasiswa UKSW bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun ini diselenggarakan melalui dua cabang lomba yakni pemrograman dan keamanan siber. Ditemui di sela-sela kompetisi keamanan siber, Rabu (16/11/2022), koordinator Gemastik UKSW Agustinus Fritz Wijaya, S.Kom., M.Cs., menyebut dua tim lolos ke babak penjurian untuk kedua lomba tersebut.

“Kami menggelar lomba pemrograman pada 9 November lalu dan hari ini, 16 November untuk keamanan siber. Kegiatan ini digelar tentu dengan harapan dapat menjaring potensi mahasiswa di aras universitas sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa UKSW. Tujuan lain tentu para mahasiswa yang terlibat mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya,” terang dosen Program studi Sistem Informasi UKSW ini.

Mengusung tema “TIK untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, melalui kompetisi ini mahasiswa akan diuji dengan berbagai studi kasus pada dua cabang lomba untuk menghasilkan solusi paling efisien dan efektif. 

Dijabarkan Agustinus Fritz, dalam lomba pemrograman mahasiswa diberikan waktu lima jam diberikan studi kasus mengenai sistem informasi kepegawaian dengan kriteria penilaian mulai dari perancangan, inovasi sistem, keamanan pangkalan data, hingga kecepatan menyelesaikan studi kasus. Juri dalam lomba pemrograman adalah Penidas Fiodinggo Tanaem, S.SI., M.Cs., dan Sri Winarso Martyas Edi, S.Kom., M.Cs.

Selesaikan studi kasus

“Sedangkan juri untuk untuk lomba keamanan siber hari ini Dian W. Chandra, S.Kom., M.Cs., dan Dr. Irwan Sembiring, S.T., M.Kom. Peserta juga diberikan waktu lima jam untuk bertanding dengan sejumlah studi kasus yang diberikan oleh para juri,” imbuhnya.

Lebih lanjut melalui kedua lomba ini dikatakan Agustinus Fritz dapat menambah pengalaman mahasiswa sebagai peserta. Jika selama ini mahasiswa hanya memperoleh materi perkuliahan dan mengerjakan tugas dari dosen namun melalui lomba ini dapat mengasah inovasi dan meningkatkan kemampuan kerja tim.

Adapun dengan adanya gelaran serupa di tingkat nasional, Agustinus Fritz juga berharap dapat mempersiapkan mahasiswa UKSW untuk mengikuti Gemastik di tingkat nasional. Pihaknya menargetkan dapat tembus hingga sepuluh besar sebagai finalis mengingat selama dua tahun terakhir wakil dari UKSW baru sampai di tahap penyisihan.

“Seluruh hasil dari kedua lomba ini selanjutnya akan diumumkan pada 25 November mendatang bersamaan dengan acara Malam Puncak PIM dan Satya Wacana Awarding Night,” pungkasnya.