Tiga praktisi kehumasan menjadi narasumber dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program studi Hubungan Masyarakat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Sabtu (13/6) lalu. Mereka adalah General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, Pemimpin Re­daksi Solopos Rini Yustiningsih, dan Agus Tri­yono, pembina Perhumas Semarang.

Kuliah umum yang dilakukan secara online via Google Meet ini merupakan bagian dari mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik dan Media & Pers Relations. Dipandu oleh Richard G. Mayopu, S.Sos., M.Si., webinar ini mengupas tentang bagaimana membangun relasi yang baik dengan media dan wartawan.

Menurut Kaprodi Humas UKSW Dr. Rini Darmastuti, S.Sos., M.Si., hubungan tersebut sangat penting karena pekerjaan humas atau public relations akan selalu bersinggungan dengan media dan pers. “Melalui sharing pengalaman yang dibagikan oleh para praktisi diharapkan mahasiswa mendapatkan banyak hal dari sisi teori dan penerapannya,” ucapnya.

Menurut Agus Triyono, pada masa pandemi hampir semua perusahaan atau korporasi terkena dampak. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci untuk menjalin hubungan dengan publik. “Efektivitasnya akan diukur dengan kesiapan instansi atau perusahaan yang memiliki kemampuan pemanfaatan teknologi informasi dalam berinteraksi dengan media. Hal ini tentu saja membutuhkan kreatifitas,” terang Agus.

Unik

Sementara itu menurut Retno Wulandari, agar media tetap mau melirik apa yang kita sajikan harus ada trik khusus. Beberapa diantaranya yakni harus memahami isu yang berkembang serta memberikan sesuatu yang unik dan mengandung human interest.

Dalam kesempatan tersebut, Pemimpin Re­daksi Solopos Rini Yustiningsih turut membagikan pengalamannya dalam dunia humas dan pers termasuk hubungan antara kedua belah pihak selama ini.

Sesi diskusi dalam kuliah umum ini berlangsung menarik. Yosia Hendri Prayogo mahasiswa prodi Humas angakatan 2018 melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar efektivitas hubungan media pada masa pandemi covid-19.

Sebagai penutup diskusi, ketiga narasumber mengungkapkan bahwa passion merupakan hal utama dalam menentukan dimana kita akan bekerja. “Kalau ingin berkecimpung di dunia public relation harus punya passion dan niat serta harus professional,” tutup Agus. (jje_jurkam/chis/upk_bpha/foto:jje_jurkam).