Sebagai bentuk ucapan syukur penyertaan Tuhan untuk Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), telah diadakan Ibadah Syukur Dies Natalis ke-63 di Balairung Universitas, Jumat (29/11) malam. Ibadah yang diikuti dosen, mahasiswa, pegawai dan juga para pensiunan UKSW ini diadakan di Balairung Universitas. 

Tema yang diangkat dalam ibadah ini “Percaya KepadaNya, Tuhan Pimpin Perjalanan Kita” yang diambil dari Amsal 3 ayat 5 dan 6, sesuai dengan tema dies tahun ini. Bertindak sebagai pelayan firman adalah Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D. 

Dalam sharing firmanNya, Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D mengajak civitas akademika untuk melakukan panggilanNya sesuai yang tertera di ayat yang dipilih menjadi tema dies; yaitu percaya kepada Tuhan dengan segenap hati kita dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. 


“Seperti yang tertulis, Akuilah Dia dalam segala laku kita, maka Ia akan meluruskan jalan kita. Bagian kita adalah melakukan bagian kita. Sudahkah kita melakukannya?,” ungkap Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D. 

Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) Pdt. Dr. Wardinan S. Lidim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perjalanan UKSW selama ini mengalami tuntunan Tuhan, karena itu sudah sewajarnya kita naikkan ucapan syukur. 

“Kita jangan berpuas dengan apa yang sudah kita capai. Kita bersyukur tetapi jangan berhenti disini, kita harus bergerak lebih cepat lagi dalam segala aspek. Kebersamaan, persatuan itu penting. Segala potensi yang ada di universitas dipadukan untuk kita bergerak maju. Seluruh komponen dihimpun menjadi satu kekuatan,” paparnya. 


Senada, Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E. M.Sc., Ph.D juga menyatakan bahwa atas penyertaan Tuhan untuk kampus ini, hanya ucapan syukur yang ada. 

“Tuhan sudah berbuat lebih dari cukup sepanjang tahun ini. Tugas kita hanya harus berkarya dengan sebaik-baiknya, menyadari masih banyak tanggung jawab dan kita punya kelemahan. Karena itu kita patut minta penyertaan Tuhan,” kata Rektor UKSW. 


Sudah menjadi tradisi di UKSW, bersamaan dengan diadakannya ibadah syukur dies juga diserahkan tali asih kepada dosen dan staf yang sudah memasuki masa purna tugas. Penyerahan tali asih dilakukan oleh Pembina YPTKSW Pdt. Dr. Wardinan S. Lidim didampingi Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E. M.Sc., Ph.D. 


Ibadah syukur juga diisi dengan penampilan tarian etnis Papua serta paduan suara. Seusai ibadah juga diadakan talkshow bersama seorang budayaman Indonesia, Prie G.S. Prie G.S yang dikenal sebagai seorang kartunis, penyair dan penulis ini mengaku gemetar jika melewati kampus UKSW. Apa pasal? 

"Banyak orang terkenal lahir dari kampus ini. Sebagai orang miskin saya gemetar kalau melihat UKSW. Tapi sekarang saya jadi pembicara disini, suatu kehormatan," katanya. 


Beliau mengungkapkan kampus ini kampus eksperimental. Menurutnya hanya kampus yang eksperimental yang berani mengangkat rektor yang tampil beda, baginya ini adalah penghargaan atas keberagaman. 

"Kampus tidak boleh ada kemiskinan verifikasi," pesannya. 

(upk_bpha/foto:upk).