Berbagai hal terus dilakukan kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menanggapi kebijakan kampus merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan Koperasi Kayana Reswita Nitya (KEREN) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO). Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D dan Ketua Umum Koperasi KEREN Prof. Ir. J.W. Saputro, M.Sc, Ph.D menandatangani naskah perjanjian kerjasama di ruang Bina Karya gedung administrasi pusat UKSW, Kamis (10/9).

Ketiga institusi ini sepakat menjalin kerjasama dalam hal kegiatan tridharma perguruan tinggi dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Kerjasama ini diwujudkan dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pendampingan, penelitian dan pengabdian masyarakat.  

“Selain itu, kerjasama juga dilakukan dalam hal penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya, penyelenggaraan kegiatan karya ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya; surveyor kegiatan pilot project penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), magang dan kegiatan lain yang diperlukan masyarakat,” terang Pembantu Rektor IV UKSW bidang kerjasama dan internasionalisasi Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. 

Baik Rektor UKSW dan Ketua Umum Koperasi KEREN menyambut baik jalinan kerjasama ini. Neil Rupidara menyebut kerjasama ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar tidak hanya dari dosen di kelas, tetapi juga belajar mandiri dari sumber eksternal.

“Ini akan memperkaya mahasiswa karena mereka akan terjun langsung di lapangan, melihat dan melakukan langsung, tidak hanya mendengar. Membuat mahasiswa dekat dengan realita dan memperkaya pengetahuan mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, J.W. Saputro menyampaikan adalah suatu kehormatan diberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan universitas senior seperti UKSW.

“Kerjasama ini adalah terobosan yang kita lakukan yaitu sinergi indah antara kampus dan akademisinya, dengan BUMN dan kementerian. Kehormatan bagi kita semua dan semoga kolaborasi ini menjadi pionir, UKSW membantu petani dalam rangka kegiatan kampus merdeka. Kita akan memberikan yang terbaik,” kata J.W. Saputro.  

Kerjasama yang dijalin ini juga merespon kondisi saat ini dimana pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua lini perekonomian Indonesia. Permasalahan yang dihadapi pegiat ekonomi seperti petani adalah permasalahan pemasaran, distribusi maupun aspek permodalan. Koperasi menjadi solusi untuk mengatasinya di mana yang diperlukan dalam era digital seperti sekarang ini adalah koperasi yang mampu memberikan akses mudah bagi anggota, serta memiliki sistem yang dapat mengendalikan penggunaan dana koperasi. Koperasi Digital Nasional yaitu Koperasi KEREN merupakan suatu koperasi yang dibentuk oleh Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) bersama Institut 1945. Koperasi KEREN memiliki platform digital untuk pengelolaan koperasi berskala nasional. 

Dengan permasalahan yang dihadapi petani tersebut, maka diperlukan pendampingan dari kaum milennial yang memiliki kepedulian pada petani. Generasi milennial yang berpotensi menjadi pendamping petani secara berkelanjutan adalah dari sivitas akademika kampus. Pendampingan petani dapat dilakukan oleh mahasiswa dan didampingi dosen. Kegiatan pendampingan ini juga merupakan bagian dari implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Permendikbud No.3 Tahun 2020).

Turut menghadiri acara penandatanganan kerjasama ini adalah pembantu rektor di lingkungan UKSW dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA.