Komitmen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk membantu pemerintah pusat maupun Kota Salatiga menghadapi pandemi Covid-19 memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dukungan secara nyata ini ditunjukkan dengan dilakukannya kunjungan langsung sejumlah staf khusus dan tenaga ahli Kemenkes ke UKSW, Sabtu (25/7).

Rombongan yang terdiri dari Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan Mayjen TNI (Purn.) dr. Daniel Tjen, Sp.S., Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan  dan Pembiayaan Kesehatan Brigjen TNI (Purn.) dr. Alexander K. Ginting S., Sp.P., FCCP., Brigjen TNI (Purn.) dr. Jajang Edi Prayitno, Sp.B., M.A.R.S., serta dr. Iwan Trihapsoro, Sp.,KK., ini diterima oleh Pimpinan UKSW di ruang Probowinoto.

Turut hadir Pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKSW, Direktur Klinik Pratama UKSW dr. Dwikorina Dewanti, Direktur RS Ananda dr. Jodelin Muninggar, M.sc, serta mantan Pembantu Rektor I UKSW Prof. Dr. Ferdy Semuel Rondonuwu, S.Pd.,M.Sc.

Beberapa langkah yang tengah dilakukan UKSW sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dipaparkan oleh Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam pertemuan ini. Satu di antaranya yakni pendirian laboratorium deteksi biomolekuler yang nantinya dapat digunakan untuk uji Covid-19.

Mewakili pihak Kemenkes, apresiasi positif disampaikan oleh dr. Daniel Tjen. Menurutnya langkah ini sangat baik mengingat saat ini di Indonesia masih kekurangan laboratorium uji virus dan bakteri. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini perlu dilakukan percepatan program kesehatan.

Rombongan yang sebelumnya melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga ini juga berkesempatan mengunjungi langsung laboratorium biomolekuler UKSW yang saat ini masih proses penyelesaian. dr. Daniel Tjen turut memberikan sejumlah masukan terkait biosecurity yang harus diperhatikan oleh UKSW.

Dalam kesempatan ini turut mengemuka rencana pendirian Program Studi Pendidikan Dokter yang berada di bawah naungan FKIK UKSW. Menurut dr. Alex Ginting, Kemenkes pada prinsipnya mendukung komitmen UKSW sehingga pihaknya siap mengawal pendirian prodi yang digagas sejak tahun 2015 tersebut.

Kekurangan Dokter

"Secara kebutuhan, Indonesia masih sangat kekurangan jumlah dokter. Jika dilihat di kota-kota besar memang jumlah dokter sangat memadai. Namun bagaimana di pelosok wilayah Indonesia? Saya percaya UKSW adalah perguruan tinggi yang berpihak pada rakyat, sehingga nantinya universitas ini akan menghasilkan dokter yang berpihak pada rakyat pula dan bukan money oriented," imbuh dr. Alex.

Secara tegas dr. Alex mengatakan bahwa bangsa ini butuh SDM unggul yang siap bersaing di kancah internasional. Hal ini tentu tak lepas dari kualitas kesehatan masyarakatnya. "Kami melihat UKSW sangat konsisten dalam proses pendirian prodi kedokteran, meskipun cukup banyak hambatan dalam prosesnya. Sesuai arahan bapak Menteri Kesehatan agar program-program kesehatan bagi masyarakat harus ditingkatkan maka ini adalah tugas kita bersama untuk meneruskannya sebagai bagian dari pembinaan SDM," imbuhnya.

dr. Alexander Ginting juga turut memberikan pandangannya yang juga sangat mengapresiasi pendirian laboratorium biomolekuler berbarengan dengan prodi kedokteran UKSW. Menurutnya hal ini adalah masa depan bangsa. "Di luar sana sudah banyak berdiri prodi kedokteran, UKSW harus memiliki ciri khusus sebagai pembeda. Menjadi lengkap ketika nantinya lulusan prodi kedokteran UKSW dapat fokus di bidang biomolekuler," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UKSW Neil S. Rupidara menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Kemenkes. Hal ini akan direspon secara cepat untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

"Dari pengusulan sebelumnya, Kemristekdikti memberikan arahan agar perencanaan pendirian prodi kedokteran yakni melayani daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan salah satu dasar berdirinya UKSW  yaitu untuk menjangkau kawasan timur Indonesia. Dukungan Menkes atas rencana pembukaan PSPD akan kami respon cepat dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Semoga Mendikbud juga sambut positif usaha Pak Menkes yang telah memberi dukungan ke perguruan tinggi ini,” terangnya.