Jumat (07/02) sore, sebuah pagelaran bertajuk “Cultural Night : Introducing Indonesia to The World” diadakan di Student Center Universitas Kristen Satya Wacana. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin, belasan wisatawan mancanegara yang berasal dari Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Irlandia dan juga sivitas akademika.

Budaya Indonesia kental dalam acara ini. Suguhan berupa tarian dan juga lagu-lagu daerah yang dibawakan mahasiswa Destinasi Pariwisata berhasil menyita perhatian wisatawan asing dan juga sivitas akademika yang mengikuti kegiatan ini. 



Tari Kipas dari Sulawesi Selatan membuka acara cultural night kemarin. Sesuai dengan nama tariannya, penari-penari yang merupakan mahasiswa Despar ini membawa kipas berwarna merah. Tarian lainnya seperti Tari Merak dari Yogyakarta, Tari Rangkuk Alu dari Manggarai Nusa Tenggara Timur juga disuguhkan dalam acara ini. Tari Rangkuk Alu yang menggunakan bambu menambah hidup suasana; wisatawan pun ikut menari mengikuti irama permainan bambu. Beragam lagu daerah juga dinyanyikan dalam kegiatan tahunan Prodi Despar ini. Lagu Gundul-gundul Pacul salah satunya yang dibawakan oleh vokal grup Arastra dari Prodi Despar menambah meriah suasana.



Aldi Herindra Lasso ,S.Pd, M.M.Par., Ph.D Ketua Program studi Destinasi Pariwisata dalam sambutannya berharap bahwa melalui kegiatan ini peserta, baik mahasiswa Prodi Despar dan juga wisatawan asing mendapatkan pengalaman yang indah untuk diingat. Ditambahkan Aldi Lasso, kegiatan ini sudah dilakukan Despar sejak tahun 2017 dengan menggandeng salah satu biro perjalanan wisata. Dirinya berharap ke depan Despar dapat bekerjasama dengan lebih banyak biro perjalanan karena melalui kegiatan ini banyak manfaat yang didapatkan, khususnya bagi mahasiswa Prodi Despar.


“Lewat kegiatan ini, mahasiswa Despar dapat mempraktekkan ilmu yang didapatkan di kelas seperti menyiapkan acara dan paket wisata, meningkatkan skill bahasa Inggris dan juga menambah wawasan dan juga relasi yang lebih luas. Para wisatawan juga dapat semakin mengenal Indonesia lewat beragam kegiatan yang diadakan,” imbuhnya.


Lebih lanjut disampaikan Aldi Lasso, mengungkapkan kegiatan ini diadakan untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada wisatawan asing yang berkunjung ke Salatiga. Tahun ini kegiatan tersebut diadakan setiap hari Jumat, mulai Januari sampai Februari. Berbagai kegiatan mengisi program ini; antara lain adalah city tour dan kunjungan ke desa wisata Keditan yang menjadi desa binaan Prodi Despar.


Harris, salah satu mahasiswa despar yang juga berpartisipasi dalam drama singkat diacara ini menuturkan bahwa dirinya senang bisa ikut mengenalkan budaya Indonesia.


“Kegiatan ini bagus karena kita dapat mengenalkan Indonesia kepada wisatawan asing, selain itu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika melakukan kegiatan di desa wisata bersama wisatawan serta ketika presentasi mengenalkan budaya Indonesia,” katanya.  


Respon positif juga datang dari Sbastian, wisatawan asing yang berasal dari Amerika Serikat. Sbastian mengaku menikmati kegiatan cultural night ini.


“Saya sangat senang dengan kegiatan cultural night ini. Selain acara ini kegiatan lain seperti membersihkan sampah dan plastik di sungai Muncar juga menyenangkan. Saya suka makanan Indonesia yaitu perkedel dan sate,” terang Sbastian.


Kegiatan “Cultural Night,  Introducing Indonesia to The World” ditutup dengan acara menari bersama oleh semua peserta kegiatan dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (ars_jurkam/upk/chis_bpha/foto:alb_jurkam).