Melatih kepercayaan diri mahasiswa, mengasah critical thinking serta dapat menyampaikan opini mengenai suatu topik secara terstruktur menjadi 3 tujuan diselenggarakannya kompetisi debat bagi mahasiswa UKSW. Hal ini disampaikan koordinator Kompetisi Debat Satya Wacana (KDSW) dan Satya Wacana Debate Competition (SWDC) Florentino Bintang Abdi Nugraha, S.E., saat ditemui di sela babak penyisihan KDSW dan SWDC, Kamis (17/11/2022).

KDSW dan SWDC merupakan salah satu cabang lomba yang diselenggarakan dalam gelaran Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Diselenggarakan secara online selama tiga hari mulai dari Rabu (16/11/2022) hingga Jumat (18/11/2022), KDSW menjadi ajang mengasah kemampuan debat mahasiswa menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya sedangkan SWDC menggunakan Bahasa Inggris.

Florentino Bintang menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengantar mahasiswa untuk dapat mengikuti kompetisi debat di tingkat yang lebih tinggi. Sebelumnya, disampaikannya juga bahwa tim debat UKSW telah menorehkan beberapa prestasi yang patut diacungi jempol.

“Salah satu prestasi yang diperoleh tim debat UKSW sebelumnya yaitu berhasil menjadi grand finalis lomba Internasional The Seventh National Law University Odisha (VII NLUO BPD) 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Hukum Odisha di India,” jelas pria yang juga merupakan pelatih tim debat UKSW ini. 

Lebih lanjut, Florentino Bintang juga membeberkan kenaikan antusiasme pendaftar lomba debat tahun 2022. “Tahun lalu, hanya sekitar 12 tim debat yang mengikuti kompetisi yang juga diselenggarakan secara online. Namun, tahun ini mengalami kenaikan peserta menjadi 20 tim yang terbagi dalam KDSW sebanyak 16 tim, dan SWDC sebanyak 4 tim dimana ada 2 anggota dalam satu tim” tuturnya.

Pertahankan Opini

Selama lomba debat berlangsung, nampak anggota kelompok debat berusaha mempertahankan opini kelompoknya dengan kuat. Misalnya yang terjadi dalam perlombaan ronde 2 dengan mosi “Dewan Menyesali Brand-brand Ternama Menggunakan Ide-ide Feminisme Sebagai Bagian dari Promosi atau Iklan”.

Salah satu anggota tim debat, F. Rahayu Sandy Pratiwi yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) menyatakan opini bahwa ide feminisme dalam promosi atau iklan bisa menggiring perempuan merasa percaya diri secara berlebihan. Di satu sisi, memiliki kepercayaan diri yang berlebihan dapat mengakibatkan seseorang dalam hal ini perempuan merasa dirinya lebih baik daripada kaum laki-laki.

“Hal ini nyatanya melawan prinsip dari feminis itu sendiri yang menginginkan kesetaraan bukan hanya untuk perempuan namun juga bagi laki-laki. Oleh karena itu, saya sampaikan bahwa dewan menyesali penggunaan ide feminis oleh brand ternama sebagai bagian promosi,” bebernya menutup opini dari mosi yang dijabarkan.

Hadir sebagai juri dalam pelaksanaan KDSW dan SWDC antara lain Debate Coach and Judge of National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2018-2022 Ruth Yuliana Salim, dan Student English Forum Coach salah satu universitas negeri Liswindio Apendicaesar.

Terdapat pula tiga mahasiswa yang menjadi juri dalam ajang kompetisi ini diantaranya Breaking Adjudicator dalam Environmental Impact Assessment (EIA) 2022 Alyssa Berliana Putri, Tabulator dalam Worlds University Debating Championship 2020 – 2022 Andree Sulistio Chandra, serta Debate Judge Jessica Verdinado.

Para juri akan menilai para anggota debat dengan berbagai topik yang telah disediakan mulai dari ekonomi, politik, hak asasi manusia, lingkungan, dan lainnya. Masing-masing ronde akan dilaksanakan selama 60 menit untuk anggota tim memaparkan opininya.

Adapun pengumuman seluruh kategori lomba akan disampaikan dalam acara Malam Puncak PIM dan Satya Wacana Awarding Night pada 25 November mendatang.