Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia mengubah tatanan kehidupan di seluruh dunia. Pendidikan merupakan salah satu yang terdampak signifikan sehingga harus segera beradaptasi. Pengajaran online mendadak menjadi metode umum yang digunakan. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D saat menjadi salah satu narasumber dalam webinar bertajuk “Pendidikan Tanpa Dinding di Era Covid-19”.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Neil menyatakan bahwa kondisi pandemi ini mendorong orang untuk kreatif dan survive. Setiap orang akan mencari cara yang memungkinkan untuk tetap bisa melakukan tugas pelayanan di masing-masing tempat berkarya khususnya di lembaga pendidikan tinggi.

“Ada 4 ribu lebih perguruan tinggi yang melayani lebih dari 8 juta mahasiswa dengan jumlah dosen lebih dari 290 ribu orang telah secara mendadak dan tanpa kecuali terpaksa mengadopsi model online teaching and learning,” kata Neil.

Menurut Neil, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengupayakan fasilitas-fasilitas pendukung. Kerjasama dijalin dengan sejumlah pelaku usaha milik negara maupun swasta yang bergerak di bidang digital learning management system, penyedia jasa internet, dan sejenisnya untuk membantu operasi pembelajaran atau perkuliahan daring.

Namun demikian, lanjutnya, tingkat kesiapan tiap perguruan tinggi berbeda dalam penyelenggaraan. Sejumlah perguruan tinggi, menurut Neil, sebelumnya telah memiliki sistem dan menjalankan praktek pembelajaran. Tetapi tidak sedikit perguruan tinggi tidak memiliki kapasitas cukup untuk menjalankan perkuliahan secara daring.

“Kuliah atau tepatnya kegiatan pengajaran dengan ceramah online kini seolah menjadi a new normal di kalangan pendidikan tinggi Indonesia. Praktek ini kini seolah mewabah, tampak tidak mau ketinggalan dari wabah Covid-19 itu sendiri”, ujar Neil.

Namun, Neil mengingatkan, metode pengajaran daring memiliki masalah sehingga tidak mudah dilakukan seperti perangkat, jaringan internet, maupun zoombombing (interupsi ketika zoom sedang beroperasi). Karena itu, menurutnya, tidak mudah merubah dengan tiba-tiba tatanan sebelum pandemi.

“Agar hal-hal baik tertentu yang telah terbentuk selama masa pandemi ini dapat bertahan, diperlukan usaha-usaha sengaja oleh para aktor untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baru di masa pandemi itu agar tetap terus berlangsung dan menjadi kebiasaan yang lebih permanen”, ujarnya.

Selain Rektor UKSW, turut menjadi seminar dalam webinar ini yaitu Rektor Universitas Maranatha Bandung, Prof. Ir. Sri Widiyantoro M.Sc., Ph.D., IPU; Guru Besar Komputasi Layanan (Service Computting) Institiut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ing. Ir. Suhardi, S.H., M.H., dengan moderator Angel Damayanti Si., M. Sc., Ph.D selaku Wakil Sekjen DPP PIKI.

Sementara itu melalui sambutannya di awal webinar nasional bersertifikat ini, ketua umum PIKI, Baktinendra Perwiro menyebut jikalau pendidikan menjadi faktor yang berdampak signifikan dalam masa pandemi. Menurutnya, langkah preventif perlu dilakukan dan pendidikan harus terus berjalan dengan penyesuaian baru minimal sampai situasi mereda.

“Melalui webinar ini, kita berharap ada pencerahan dan dapat di susun menjadi sebuah tawaran konsep pada pemerintah mengenai pendekatan pendidikan tanpa dinding,” ucapnya.

Berita ini juga dapat dibaca melalui tautan berikut:

http://suarapemred.co/news/nasional/read/82999/new.normal..piki.dorong.pengajaran.alternatif

https://www.suarainvestor.com/27353-2/

https://dibalikparlemen.com/2020/06/06/new-normal-piki-dorong-pengajaran-alternatif/

https://jakartanews.id/2020/06/06/pandemi-covid-19-dorong-dunia-pendidikan-menggunakan-alternatif-baru/

https://jakartanews.id/2020/06/06/piki-dunia-pendidikan-jangan-menyerah-hadapi-covid-19/

http://suaratapian.com/normal-baru-era-covid-19-piki-dorong-pengajaran-alternatif/