Ketika mendengar kata nuklir, kebanyakan masyarakat masih menganggap sebagai sesuatu yang berbahaya. Padahal jika ditilik lebih jauh, nuklir juga memberikan manfaat diberbagai bidang. Karena itulah, diperlukan upaya untuk memperkenalkan dampak positif radiasi nuklir kepada masyarakat. Upaya pengenalan ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan Yogyakarta Edy Giri Rachman Putra, PhD., dalam kuliah tamu Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bertajuk ”Biotechnology and Nuclear Agriculture”, Rabu (20/11) di Hall Ds. Tan Ik Hay Kampus UKSW Jalan Kartini.

Edy Giri Rachman Putra menyebutkan ketika radiasi nuklir dikendalikan dengan baik, akan memberikan dampak positif diberbagai bidang  diantaranya pertanian, kesehatan dan industri. “Belum banyak masyarakat yang mengenal manfaat nuklir untuk itu dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperkenalkan dampak positif nuklir kepada masyarakat,”tuturnya.

Pernyataan Edy Giri Rachman Putra, PhD, diperkuat dengan materi yang disampaikan oleh Drs. Totti Tjiptodsumirat, M.Rur.Sci selaku kepala pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Totti Tjiptodsumirat menyatakan bahwa radiasi nuklir dapat dimanfaatkan diberbagai bidang, khususnya bidang pertanian.  Dalam dunia pertanian, radiasi nuklir digunakan untuk perakitan varietas unggul, mutasi iradiasi gamma dan kultivar mutan untuk menghasilkan produksi yang tinggi.

“Sedangkan tujuan dari mutasi gamma yaitu untuk keragaman ginetik. Terdapat 26 varietas padi, 12 varietas kedelai, 4 varietas sorgum bahkan beberapa varietas lainnya yang telah dihasilkan oleh kegiatan penelitian dan pengembangan nuklir,” katanya.

Dalam pemaparannya kepala pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN menegaskan untuk memanfaatkan radiasi nuklir perlu mempelajari sifat nuklir itu sendiri. “Supaya nuklir bermanfaat, pelajari karakternyanya sehingga bermanfaat dalam kehidupan manusia dan mengendalikan nuklir terhadap kehidupan kita,” tegasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FPB, Tinjung Mary Prihtanti, SP., MP. Dalam sambutanya, Tinjung Mary Prihtanti menegaskan bahwa kuliah tamu diharapkan dapat membuka serta menambah wawasan mahasiswa terhadap pemanfaatan nuklir bagi masyarakat, termasuk dibidang pertanian. “Nuklir memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya bidang pertanian. Saya harap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan mahasiswa,” katanya.

Diakhir kegiatan ditandatangani kerjasama antara FPB UKSW dengan STTN- BATAN. Kerjasama ditandatangani oleh Dekan FPB Dr. Tinjung Mary Prihtanti, SP., MP dan Edy Giri Rachman Putra, PhD. selaku Ketua STTN Batan Yogyakarta. Pembantu Rektor IV UKSW Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph. D. juga ikut menghadiri penandatanganan kerjasama ini. Kerjasama kedua pihak ini dilakukan dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang pertanian berbasis teknologi nuklir. “Harapannya melalui kerjasama ini dapat menjadi media edukasi masyarakat untuk mempelajari manfaat nuklir yang lebih besar dan berguna,” ujar Pembantu Rektor IV. (wiw_jurkam/upk_bpha/foto:nat_jurkam).