Pandemi Covid- 19 menimbulkan dampak disemua bidang, tak terkecuali bagi perekonomian Indonesia. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah memaksa sektor keuangan untuk memasuki ruang teknologi digital. Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk “Bank Indonesia Mengajar: Peran Bank  Indonesia sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan untuk Indonesia Maju”. Webinar  yang terselenggara atas kerjasama antara  Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan Bank Indonesia (BI) ini diadakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting,  belum lama ini. Dimoderatori oleh Eranus Yoga Kundhani, S. E., M. Si., selaku ketua program studi S1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan  Bisnis (FEB) UKSW, webinar ini diikuti sedikitnya 330 peserta.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa wabah covid-19 lebih destruktif dari pada kemajuan teknologi. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan masyarakat untuk memasuki teknologi maju pada masa pandemi ini. Rektor berharap dengan diadakannya webinar ini dapat memberikan wawasan mengenai digitalisasi sektor keuangan serta menambah pemahaman  tentang transisi kearah ekonomi digital.

“Kemajukan teknologi dimasa pandemi ini memaksa setiap sektor untuk memasuki ruang teknologi maju, siap tidak siap. Oleh karena itu webinar ini memberikan wawasan terkait digitalisasi dari sektor keuangan dan kami berharap kegiatan ini dapat memperkaya kita untuk memahami transisi kearah ekonomi digitalisasi dan keuangan untuk Indonesia maju. Dan terima kasih atas kerja sama Bank Indonesia  dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa UKSW, ” ungkapnya.

Dua pembicara

Dua pembicara hadir dalam webinar ini, yaitu Dekan FEB UKSW Roos Kities Andadari, S.E., M.B.A., Ph.D. dan Kepala Grup Advisor dan Pengembangan dan Ekonomi Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Bank Indonesia Jawa Tengah Iss Savitri Hafid.   

Bahasan seputar bank sentral, tujuan dan peran Bank Indonesia, perkembangan ekonomi serta respon kebijakan dipaparkan Iss Savitri Havid. “Bank Indonesia dapat merespon terhadap perubahan lingkungan digitalisasi selama pandemi ini dengan memahami tujuan dan peran Bank Indonesia untuk mendorong siklus ekonomi yang tetap stabil,” katanya.

Sebagai pemateri terakhir, Dekan FEB UKSW menggiring para peserta untuk  melihat keadaan ekonomi digital dalam empat sampai lima bulan terakhir. Dalam pemaparannya Roos Kities Andadari mengungkapkan bahwa terdapat sisi positif pandemi  Covid-19 yaitu mempercepat digitalisasi meskipun disisi lain kondisi saat ini berdampak negatif bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Pada saat ini kita melihat bahwa banyak UMKM yang mengalami penurun pedapatan dan tidak berdaya. Tapi pada sisi lain dampak positif wabah ini adalah proses digitalisasi mengalami percepatan atau intensitasnya meningkat tajam. Sehingga konteks perdagangan berubah menjadi perdagangan secara online” paparnya.

Bank Indonesia sangat berperan penting dalam pemecahan masalah ini. Dimana bank Indonesia mempunyai banyak infomasi tentang perdagangan antar pulau dan memantau aspek permintaan dan penawaran barang dan jasa.

“Bank Indonesia harus mengalami metamorfosa untuk berperan dalam menghidupkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena dengan mendorong semua UMKM dapat meningkatkan perekonomia Indonesia,” ujarnya.