Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. meresmikan Laboratorium Biomolekuler BSL 3 milik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (15/10) sore. Peresmian yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), Pimpinan UKSW, Ketua DPRD Salatiga, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, sejumlah dosen dan tamu undangan lainnya.

Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi langkah yang diambil UKSW dengan mendirikan laboratorium ini. Dikatakannya, ini merupakan langkah berani dimana di tengah carut marutnya kondisi dunia dan juga Indonesia saat ini, UKSW berani  mempunyai inisiatif mengambil jalan keluar.

“Saya melihat bentuk dedikasi, sebuah semangat bagaimana universitas ini menunjukkan kepekaannya, ada inisiatif dan kemudian mengambil jalan keluar. Dan UKSW melakukan itu, UKSW top, hebat dan ini adalah bentuk konkret kolaborasi,” tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa terkait pandemi Covid-19, tingkat kesembuhan dan positif covid di Jawa Tengah termasuk tinggi. Menurutnya hal itu terjadi karena di Jawa Tengah diadakan gerakan tracing sampai level yang paling bawah.

“Kami berbeda dengan daerah yang lain karena situasinya berbeda. Hadirnya laboratorium UKSW ini menjadi energi baru dari UKSW dan semoga kita bisa lebih cepat mengatasi Covid. Dua jempol untuk UKSW. Sekarang bisa mempersiapkan manajerialnya, SOP yang ketat dan tetap koordinasi dengan Dinkes Propinsi dan Salatiga,” kata Ganjar.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D menyatakan bahwa pembangunan laboratorium ini berangkat dari melihat fenomena pandemi Covid-19 secara nasional, di Jawa Tengah dan juga Salatiga. Dikatakannya UKSW diberkati karena mempunyai tenaga ahli dan juga peralatan.

“Tujuh bulan kami berusaha keras menghadirkan laboratorium ini. Disamping situasi internal kampus, situasi nasional dan proses impor peralatan yang tidak mudah sampai di Salatiga akhirnya laboratorium ini selesai. Setelah peresmian ini, laboratorium biomolekuler  BSL 3 mulai beroperasi 26 Oktober. Ini merupakan bentuk nyata dukungan UKSW dan YPTKSW terhadap pemerintah untuk menangani pandemi Covid, semoga kita semua bisa segera melewati masa pandemi ini,” kata Neil Rupidara.

Ketua Tim Identifikasi Sampel Corona Virus (Covid-19) UKSW Prof. Dr. Ferdy Semuel Rondonuwu, M.Sc dalam acara peresmian kemarin menyampaikan proses pembuatan laboratorium ini dimulai pada bulan April dan mempunyai dua fungsi, yaitu untuk riset dan juga mendukung pemerintah mengatasi pandemi. Disampaikannya, laboratorium ini dilengkapi dengan laboratorium ekstraksi dan memiliki grade BSL 3, dimana satu tingkat lebih tinggi dari persyaratan minimal untuk ekstraksi sampel Covid-19 (BSL 2/BSL2+). Selain itu, laboratorium ini juga dilengkapi dengan fasilitas mixing reagen dan sampel, fasilitas identifikasi covid yang dilengkapi artifisial quanstudio 5 aplliedbiosystem.

“Kami menyiapkan 6 tenaga teknis, 2 analis dan tenaga pendukung lainnya. Total ada 15 tenaga laboratorium yang terlibat. Kapasitas untuk identifikasi bisa 48 sampel setiap harinya, dengan kapasitas maksimum 98 sampel per hari,” imbuhnya.