Pandemi covid-19  menuntut setiap kita untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di masa pandemi. Datang tanpa memberikan aba-aba, covid-19 seakan-akan hadir untuk menguji sejauh mana kita mampu bertahan dalam keadaan yang sangat sulit seperti saat ini.

Melihat dampak pandemi yang juga melanda dunia industri dan organisasi, Program studi Magister Sains Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerjasama dengan DPD Jateng – Vox Point menggelar sebuah webinar nasional “Ketahanan Dunia Industri dan Organisasi pada Era Adaptasi Kenormalan Baru”, Rabu (9/9).

Tiga narasumber hadir dalam acara yang diikuti sedikitnya 251 peserta ini; yaitu Prof. Dr. Sutarto Wijono, MA, Yuliana Widyantari, S.Psi., M.Si., dan Stephanie Justine, S.Psi., M.Si. Pentingnya bersinergi dalam mengelola konflik dikupas oleh Prof. Dr. Sutarto Wijono, MA. Prof. Tarto, demikian biasa beliau disapa mengatakan bahwa konflik tidak bisa dihindari, juga dalam suatu organisasi.

“Konflik juga semestinya tidak mengganggu produktivitas kita. Didalam sebuah organisasi pun kita juga perlu memahami pasti ada kekurangan dan kelebihannya.  Bahkan ketika kita menghadapi konflik, seharusnya kita menemukan cara untuk bersinergi agar lebih produktif dalam menjalani hidup ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut disampaikannya, analogi bersinergi dapat diterapkan diseluruh organisasi. Setiap elemen dalam organisasi dikatakannya memiliki peran untuk menjalankan setiap fungsinya.

“Jangan takut kalau ada perbedaan, Indonesia memiliki keragaman budaya dan justru  perbedaan inilah yang menarik, demikian juga pada organisasi,” imbuhnya.

Cemas menghadapi PHK

Ketahanan dunia industri dan organisasi dilihat dari kacamata pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dikupas oleh Yuliana Widyantari, S.Psi., M.Si. Data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan Indonesia mencatat setidaknya kurang lebih 2,8 juta pekerja di Indonesia terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini diakibatkan dari terhentinya operasional perusahaan tempat dimana mereka bekerja.

Dikatakan oleh Yuliana Widyantari, S.Psi., M.Si., dalam materi kecemasan menghadapi PHK, dampak yang luar biasa saat ini tidak hanya menimpa para pekerja yang mengalami PHK, mereka yang masih bekerja pun terdampak dari adanya pandemi ini.

“Ancaman mengenai PHK juga mempengaruhi kondisi mental para tenaga kerja. Stress bahkan depresi juga bisa terjadi. Ada beban psikologis yang sangat berat menimpa individu yang kena PHK, yang juga berdampak pada pasangan hidup dan keluarganya,” jelasnya.

Lantas seperti apa kita menyikapi situasi tersebut? Yuliana menegaskan bahwa perlu bagi kita untuk merubah pola pikir dan beradaptasi dengan situasi yang ada dengan tetap produktif, menjaga kesehatan serta jangan kehilangan harapan sangatlah penting di masa pandemi seperti ini. Ia juga menambahkan bahwa kerjasama juga dibutuhkan dalam menghadapi krisis.

“Kita jangan sampai berlarut-larut dengan situasi yang ada, kita harus membekali diri kita dengan networking yang luas, mengasah dan mengembangkan talenta di masa-masa seperti ini penting, menjaga networking dengan orang-orang di sekitar kita karena dengan teknologi hal tersebut sudah tidak menjadi batasan,” terangnya.

Inovasi Sumber Daya Manusia

Sebagai materi terakhir, sejumlah perubahan dalam dunia kerja dan penerapan kebijakan work from home dikupas oleh Stephanie Justine. Dikatakannya, era kenormalan baru membawa perubahan seperti proses rekruitment yang sekarang dilakukan secara online, job fair  dilakukan secara virtual dan beberapa modifikasi lainnya. Yang tidak kalah penting adalah penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan di tempat kerja, seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer di beberapa titik, pengadaan wastafel tanpa sentuhan, dan lain sebagainya.

 “Pada situasi seperti ini apa yang hendak kita capai? Kesimpulannya adalah didalam dunia kerja kita harus menjaga komunikasi dalam tim, kita juga harus fokus terhadap prioritas jangka pendek, cari peluang dan beradaptasilah dengan situasi yang ada,” tegasnya.

Seminar ini juga diikuti oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional VOX- Point Indonesia Yohanes Handoyo Bidhi Sedjati, SH, Ketua DPD- Jawa Tengah VOX- Point Indonesia Drs. Felix Sutandy, SH., M.Kes, Dekan Fakultas Psikologi UKSW Berta Esti Ari Prasetya, S.Psi., MA, Kaprodi S1 Psikologi UKSW Ratriana Y. E. Kusumiati, M.Si., Psikolog, dan juga turut hadir yang memprakarsai webinar ini Kaprodi Magister Sains Psikologi UKSW Dr. Susana Prapunto, MA-Psy.