Dipenghujung bulan Agustus ini, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menorehkan prestasi dengan masuk pada tiga puluh besar Pemeringkatan Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi pada SIMKATMAWA atau Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan. Tahun 2020 ini UKSW berhasil menduduki peringkat ke-29 nasional. Pemeringkatan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan diadakan setiap tahun. 

Capaian UKSW menduduki peringkat ke-29 tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Tahun 2019, perguruan tinggi yang dikenal dengan kampus Indonesia Mini ini menduduki peringkat ke 129. Pembantu Rektor III UKSW bidang kemahasiswaan Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (28/8), menuturkan bahwa capaian ini adalah anugerah dari Tuhan dan hasil kerja keras warga kampus UKSW. 

“Pertama kita bersyukur karena ini anugerah Tuhan kepada UKSW, tanpa penyertaan Tuhan hasilnya tentu tidak akan seperti ini. Dan pastinya ini adalah hasil dari upaya dan kerja keras semua komponen yang ada di kampus seperti mahasiswa, lembaga kemahasiswaan, unit bidang kemahasiswaan dan unit terkait lainnya,” katanya.

Lebih dari target

Naiknya peringkat UKSW dari 129 ke 29 dikatakan Andeka Rocky melebihi target pimpinan universitas yang awalnya menargetkan masuk 100 besar.

“Kita sangat bersyukur karena peringkat kita melompat tidak tanggung-tanggung, naik 100 peringkat hanya dalam waktu satu tahun. Ini sebuah prestasi yang besar bagi kami,” imbuhnya.

Peringkat yang diraih sekarang dikatakan Andeka Rocky tidak membuat UKSW puas diri. Menurutnya, ada pekerjaan rumah yang tidak ringan menanti.

“Pekerjaan besar ke depan adalah bagaimana mempertahankan prestasi ini dan meningkatkannya. Ini yang membuat kami terus berupaya untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang. Tagline yang kami angkat adalah mahasiswa UKSW yang berkarakter dan berdaya saing. Artinya mahasiswa UKSW  memiliki karakter Satya Wacana yang kuat lewat nilai-nilai creative minority, budaya dan lain sebagainya; tetapi juga dia juga harus mampu berada bersaing di percaturan dunia. Percaturan dunia bukan dalam hanya dalam konteks bagaimana meniru mahasiswa di luar, tetapi dia mampu menunjukkan prestasi-prestasinya keluar, baik nasional maupun internasional; dan ini yang terus kita dorong,” terangnya.

Kerja bersama

Andeka Rocky menuturkan peringkat kemahasiswan yang diraih UKSW saat ini adalah hasil dari kerja keras membangun sistem yang baru. Capaian tahun lalu membuat kantor bidang kemahasiswaan yang dipimpinnya membuat tim pemeringkatan bidang kemahasiswaan untuk melakukan evaluasi, pemetaan kekuatan dan kekurangan serta collecting data.

“Dari evaluasi dan pemetaan yang kami lakukan, kami membangun sistem pendokumentasian yang baru untuk melengkapi komponen lainnya,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Biro Kemahasiswaan UKSW Giner Maslebu, S.Pd., S.Si., M.Si menuturkan bahwa evaluasi, pemetaan dan pengumpulan data dilakukan sejak bulan Mei dan didukung banyak pihak seperti koordinator bidang kemahasiswaan dari semua fakultas, serta unit terkait yang ada di UKSW.

“Kita mendapat support yang luar biasa dari korbidkem, mahasiswa, juga lembaga kemahasiswaan dan unit-unit terkait lainnya untuk melakukan persiapan pemeringkatan. Suatu tantangan tersendiri juga karena kemarin kita lakukan di tengah pandemi Covid. Banyak keterbatasan, tetapi bersyukur karena adanya kerjasama dan sinergitas dari semua yang terlibat membuat kita ada di posisi sekarang ini,” terangnya.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D juga ikut menyambut gembira raihan prestasi ini. Dirinya berharap raihan prestasi ini terus memacu peningkatan pengalaman dan prestasi mahasiswa baik di aras nasional dan juga internasional.

“Tidak hanya itu saja, tetapi juga kita terus mendorong mahasiswa untuk terus aktif terlibat dalam kegiatan dan kompetisi keilmuwan yang nantinya bermuara pada penelitian dan pengabdian masyarakat,” imbuhnya.