Rumah Noto, bangunan heritage yang terletak di dekat pintu keluar kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tampak berbeda hari ini, Selasa (15/11/2022). Sejak pagi, bangunan yang pernah menjadi rumah dinas Rektor Pertama UKSW ramai dikunjungi.

Tak hanya mahasiswa, nampak masyarakat umum dan siswa sekolah mengunjungi Rumah Noto. Ya, hari ini Rumah Noto menjadi tempat pameran bertajuk Pameran Pariwisata dan Robotika yang diselenggarakan dalam rangkaian Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) 2022.

Melangkah menuju sebelah kanan sisi Rumah Noto, stand Robotika menyuguhkan Robot Sepak Bola Beroda, Robot Tematik dan Robot Search and Rescue (SAR) Pemadam Api yang menarik perhatian pengunjung. Tak hanya dipamerkan, stand-stand robotika dapat juga dijajal oleh pengunjung sehingga bisa merasakan pengalaman yang nyata. 




Robot Sepak Bola Beroda nampak ramai oleh pengunjung mulai dari murid Sekolah Dasar (SD) Kristen Satya Wacana, mahasiswa UKSW maupun masyarakat umum pagi ini. Para murid SD terlihat sedang mengamati robot dan bermain riang tangkap bola dengan robot.

Di sela pameran, Dimas Lutfi yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW mengungkap bahwa robot-robot yang mereka rakit berhasil melenggang ke Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat Nasional bulan Juni lalu.

“Tiga jenis robot yang kami pamerkan kali ini sebelumnya telah berhasil menjadi Juara 4 dalam KRI tingkat wilayah dua,” ungkap Dimas yang tergabung dalam tim Robotics Research Center (R2C) UKSW.

Belajar Pariwisata Lebih Detail

Selain pameran robotika, pengunjung juga dapat menikmati berbagai suguhan pameran pariwisata. Di pameran pariwisata, pengunjung bisa melihat-lihat poster yang merupakan hasil karya mahasiswa yang menampilkan pariwisata di Raja Ampat, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Alor dan masih banyak lainnya.

Selain itu, terdapat juga display 3-D perencanaan pariwisata yang dibuat mahasiswa dalam merencanakan pariwisata di Sumurup, Tingkir Lor, dan lainnya, juga site plan di mana pengunjung bisa mencoba membuat perencanaan pariwisatavirtual tourism dengan menggunakan Virtual Reality (VR) serta melihat display Arcgis.

Salah satu mahasiswa Fakultas Interdisiplin (FID) Muhamad RIzki Syahriawan yang terlibat dalam pameran menyatakan bahwa belajar di FID sangatlah berbeda dengan yang dibayangkan sebelumnya. 


“Mendengar istilah pariwisata biasanya orang langsung mengartikan perhotelan. Tapi disini kami belajar lebih dari itu. Misalnya dalam mempelajari perencanaan pariwisata ini. Kami harus mulai dengan melihat kebutuhan pariwisata yang dibutuhkan lapangan, lalu membuat design dan rencana pariwisatanya,” jelas Rizki.

Rizki mengatakan banyak hal seru dan menyenangkan yang ia pelajari selama membuat hasil karya yang dipamerkan di pameran ini. “Semua harus detail, ketika merencanakan pariwisata, kami juga harus memperhitungkan bangunan dan material sampai jenis tanaman yang ditanam di sekitar tempat pariwisata itu misalnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, ia dan teman sekelompoknya berhasil membuat perencanaan pariwisata di Tingkir Lor, Salatiga dan mempresentasikannya di depan pemerintah daerah kota Salatiga. Ia berharap selanjutnya proyek yang mereka design bisa terealisasikan.

Pameran dan Pengunjung

Di temui di sela pameran, koordinator Pameran Pariwisata dan Robotika Rindo Bagus Sanjaya, S.Tr.Par., M.MPar., mengatakan pameran ini digelar untuk memperkenalkan pariwisata dan robotika. “Di sini pengunjung dapat melihat berbagai pameran pariwisata dan robotik. Dalam pameran banyak yang berkunjung, kita bersinggungan dengan masyarakat sebab masyarakat merupakan bagian dari pariwisata itu sendiri,” tuturnya.

Tak lupa Rindo juga mengungkapkan rencana ke depan untuk membuat pameran dengan lebih banyak memanfaatkan ekologi dan lingkungan sekitar serta memasukkan budaya di dalamnya sehingga pameran akan menjadi lebih atraktif.

Salah satu pengunjung yang merupakan murid SD Kristen Wacana mengatakan bahwa ia sangat menikmati kunjungannya dalam pameran ini. “Aku suka sekali pamerannya. Tadi mencoba robot pemadam api, robot sepak bola dan juga membuat rancangan desain 3D di komputer. Aku juga bisa belajar teknologi di sini,” terang Thelema Kai Kairos yang merupakan murid kelas 5 SD ini.