Jadilah duta-duta mahasiswa Indonesia yang bermartabat di negara lain. Itulah pesan yang disampaikan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Internasionalisasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D., dalam acara Pelepasaan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022 secara daring, Jumat (02/09/2022) siang.

 

Lima mahasiswa UKSW yang dikirimkan ke berbagai universitas di luar negeri ini telah lolos mengikuti program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selain itu, satu mahasiswa lolos mengikuti program IISMA edisi vokasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi).

 

Disebutkan Joseph, para awardee IISMA asal UKSW akan mengenyam kuliah di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia yang menjadi pilihannya selama satu semester. Para mahasiswa tersebut adalah Jalu Gustiandaru Priyanto dari Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang lolos ke Humboldt-Universität zu Berlin-Jerman, dan Arya Krizna Nawanda Prodi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) lolos ke Hanyang University Korea Selatan. 

 

Tiga lainnya yaitu Callista Keshia Ruth Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) lolos ke University of Pecs – Hongaria, Eunice Clarissa Chamberly Waani Prodi Biologi Fakultas Biologi lolos ke Universitat Pompeu Fabra, Barcelona- Spanyol serta Pisonanta Krisetia Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) lolos ke Maastricht University, Belanda.

 

Lainnya, Virli Amelia Ika, mahasiswi Program Studi D4 Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin yang meraih awardee program IISMA edisi vokasi juga turut dilepas dalam acara ini. Virli nantinya akan menimba ilmu di Woosong National University Korea Selatan (Korsel).

 

Jembatan Emas

Dalam pelepasan mahasiswa yang mengikuti IISMA ini, Joseph mengungkapkan pula bahwa IISMA adalah jembatan emas bagi para mahasiswa untuk menggapai cita.

 

“Saya berharap setelah belajar di universitas luar negeri, kalian akan pulang ke UKSW dan membagikan pengalaman belajar kalian selama mengikuti IISMA,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan pelepasan kemarin, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Internasional (BKHI) Neny Isharyanti, Ph.D., juga memberikan semangat kepada mahasiswa yang dilepas untuk mengikuti IISMA.

 

Diantara mahasiswa yang mengikuti program IISMA tersebut, beberapa diantaranya telah berada di universitas tempat mereka mengenyam pendidikan.

Pisonanta Krisetia misalnya. Saat ini Nanta, panggilan akrabnya, telah berada di Belanda untuk belajar di Maastricht University. Ia menyatakan ungkapan syukur dan terima kasihnya kepada UKSW karena melalui IISMA ia memperoleh kesempatan untuk belajar di luar negeri. Ia juga menyatakan bahwa di tempatnya mengenyam pendidikan saat ini memiliki kemiripan dengan UKSW.

 

“Ada kemiripan UKSW dengan Maastricht University. Di UKSW, saya bertemu dengan teman dari berbagai daerah di Indonesia. Di tempat ini, saya juga bertemu dengan teman dari berbagai wilayah di Eropa dengan latar belakang berbeda-beda,” beber Pisonanta.


Pisonanta juga mengungkapkan bahwa sistem belajar di Maastricht University menggunakan Problem Based Learning. Dalam proses belajarnya, para mahasiswa menggunakan diskusi-diskusi sehingga proses pembelajaran terasa menarik dan menyenangkan baginya.